Habibie/www.maxmanroe.com

Habibie/www.maxmanroe.com

LiputanIslam.com -Para penyandang disabilitas kerap kali dianggap sebagai warga kedua di Indonesia. Selain sulit mendapatkan pekerjaan juga fasilitas umum yang kurang ramah bagi para penyandang disabilitas.

Namun demikian, dengan berbagai keterbatasan dan penolakan tersebut membuat mereka bangkit dan sukses melebihi orang lain. Tak jarang usahanya justru difokuskan untuk membantu sesama penyandang disabilitas. Berikut adalah kisah mereka yang dilansir dari kompas.com (23/9)

Kelainan pada otot kaki dan panggul akibat penyakit becker muscular dystrophy membuat Habibie Afsyah harus rela duduk di kursi roda sejak kecil. Namun, semangatnya tak pernah patah akibat penyakit bawaan lahir tersebut.

Duduk di kursi dan berkutat di dalam kamar membuatnya jadi hobi bermain game di komputer. Karena hobinya itu, selepas SMA, Habibie mengikuti kursus komputer.

Lalu, pada 2007, lelaki kelahiran 1988 ini mulai menggeluti bisnis online. Awalnya, Habibie baru bisa menghasilkan 120 dollar AS atau sekitar Rp 1,7 juta per bulan. Sekarang, omzetnya melesat menyentuh angka Rp 10 juta per bulan.

Tak hanya itu, situs penjualan properti garapannya, rumah101.com, berhasil membuat investor menyuntikkan dana senilai Rp 80 juta.

“Jadi, aku pikir dunia yang bisa digeluti juga oleh disabilitas, yaitu pemasaran lewat internet,” ucap Habibie seperti dikutip Kompas.com.

Berbeda dengan Habibie, Catur Bambang lebih melirik bisnis modifikasi motor khusus penyandang disabilitas. Ide itu dipicu setelah kedua kakinya terpaksa diamputasi lantaran kecelakaan kerja.

Catur menceritakan, saat membuka usaha perbaikan alat elektronik pada 1999, dia kesulitan mencapai tempat usaha. Ia sering kali ditolak naik angkutan umum. Kerap hingga berjam-jam waktunya habis hanya untuk menunggu angkutan yang sudi mengangkutnya.

“Pokoknya saya mau mandiri karena sudah capek ditolak naik angkutan,” tutur Catur kepada Kontan.

Kini, Catur membuka bengkel bernama Modifikasi Motor Roda Tiga khusus bagi konsumen penyandang disabilitas seperti dirinya. Setidaknya, sudah 100 unit sepeda motor ia modifikasi. Tak hanya aman dikendarai, ketika mendesain konstruksinya, Catur memastikan produk tersebut sesuai kebutuhan pengguna.

“Karena sesama penyandang disabilitas, saya jadi lebih paham kebutuhan dan harapan konsumen,” katanya. (kompascom/fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL