Foto: 4 Delegasi asal Indonesia/Detikcom

Foto: 4 Delegasi asal Indonesia/Detikcom

LiputanIslam.com – Alhamdulillah, delegasi dari Indonesia yang diwakili oleh para mahasiswa UI mendapatkan predikat Outstanding Delegate dalam simulasi sidang PBB di Washington DC, Amerika Serikat. Bukan hanya satu atau dua negara melainkan mereka harus bersaing dengan puluhan negara dari berbagai belahan dunia termasuk didalamnya negara-negara maju seperti AS. Prancis, dan Jerman. Pertasi yang mereka ukir kembali mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Penghargaan tersebut menurut Chandra Anwar, salah satu perwakilan delegasi Indonesia, merupakan penghargaan tertinggi dan hanya sedikit sekali yang bisa mendapatkan penghargaan serupa, seperti laporan dari detik.com.

Selama 45 tahun, PBB rutin melaksanakan simulasi sidang National Model United Nation (NMUN). Forum tersebut bukan sekedar sebuah forum yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai penjuru dunia, tetapi juga sebagai ajang gengsi dalam memperdebatkan isu-isu global seperti keamanan, pembangunan, imigrasi, kesehatan, dan lingkungan.

Sidang kali ini diselenggarakan tanggal 31 Oktober-2 November 2014 dan diikuti 850 delegasi dari 80 Universitas. UI mengirimkan 4 delegasi yang terdiri dari Krismita Sara Putri (FISIP 2012), Chandra Anwar (FH 2012), Mohammad Arief Widagdo (FKM 2012), dan Ratu Vashti Annisa (FISIP 2013). Mereka harus mewakili negara Swiss karena setiap delegasi diharuskan mewakili negara lain. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi anggota delegasi.

Chandra mengungkapkan bahwa simulasi sidang kali itu berbeda dengan prosedur sidang sebelumnya yang menggunakan standar Harvard. Chandra yang juga pernah ke luar negeri untuk mengikuti sidang serupa mengakui bahwa dirinya bersama tim harus melakukan riset terlebih dahulu. Terlebih ketika mewakili Swis yang berbeda dengan Indonesia. Tak tanggung-tanggung Chandra dan tim pun harus berusaha berdiskusi bersama orang-orang dari kedutaan Besar Swis.

Simulasi sidang yang diikuti Chandra dan tim sudah menerapkan standar PBB yang lebih riil karena sesuai dengan praktik di lapangan.

Salah satu hal yang menantang seperti di akui oleh Ratu Vashti Annisa yang baru menginjak semester 3 jurusan Ilmu Komunikasi adalah dalam memperjuangkan ide tim agar diterima dalam bentuk resolusi. Para delegasi harus mampu mengemas ide tersebut agar dapat meyakinkan pihak lain bahwa ide tersebut akan membawa manfaat bagi seluruh negara.

Duta Besar RI di Washington DC, Budi Bowoleksono atau akrab di sapa Dubes Sonny mengakui bahwa forum di Washington DC merupakan forum yang berkualitas sehingga delegasi dari Indonesia dipersiapkan betul secara serius. Sonny berharap, para perwalikan delegasi bisa menularkan pengetahuan dan pengalamannya kepada rekan-rekannya. (fie)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL