Illustrasi/google

Illustrasi/google

Jakarta, LiputanIslam.com – Satu lagi anak SD yang membanggakan Indonesia. Lucan Feliciano berhasil menciptakan robot pengangkut sampah dalam kompetisi robot Energizer Indo Robo Masters Cup yang diselenggarakan di Jakarta, Sabtu.

Murid Sekolah Dasar (SD) Anugerah Pekerti Surabaya itu tak memerlukan waktu lama untuk merakit robot tersebut, hanya dibutuhkan waktu selama tiga pekan saja.

Lucan tercetus ide untuk membuat robot tersebut karena melihat petugas kebersihan yang kesulitan mengangkut sampah dari keranjang sampah ke mobil pengangkut sampah.

Hebatnya lagi, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat robot tersebut merupakan bahan-bahan yang tidak terpakai lagi. Lucan beruntung karena di sekolahnya terdapat ekstrakulikuler robotik, sehingga bisa belajar secara langsung. Lucan berharap, robot ciptaanya bisa bermanfaat bagi orang lain, seperti dalam laporan antaranews.com.

Kompetisi robot yang diikuti 1.000 peserta dari seluruh sekolah di Tanah Air itu adalah sebuah ajang bagi anak-anak untuk mengadu keahlian dari robot-robot yang diciptakan.

Tema yang diusung dalam kompetisi tersebut adalah Save The Earth dengan melombakan 11 kategori permainan. Para peserta diharapkan mampu membuat robot yang bermanfaat untuk kelestarian bumi dan lingkungan.

Muhammad Imaduddin, kepala divisi komersial Energizer Indonesia selaku penyelenggara kompetisi robot, mengatakan bahwa pihaknya selalu berupaya untuk menyebarkan energi positif kepada masyarakat berupa kegiatan menarik salah satunya kompetisi robot.

“Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang memasuki tahun keenam. Dengan menggandeng ITLE dalam memberikan pelatihan robotik kepada siswa,” imbuh Imad.

Direktur lembaga edukasi robot ITLE, Christin Charlotte, mengatakan pihaknya berkeliling ke sekolah-sekolah untuk menanamkan kecintaan masyarakat pada robot.

“Sasaran yang mudah tentu sekolah, karena lebih mudah menanamkan kecintaan akan robot pada anak, dibandingkan orang dewasa,” jelas Christin. Meski demikian ia juga mempersilahkan orang dewasa untuk mendalami robotik.

Christin mengatakan lembaganya juga meminjamkan robot ketika memberi pelatihan. “Semuanya gratis,” ujarnya. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL