Sumber: nu.or.id

Semarang, LiputanIslam.com– Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan menilai sejak awal didirikan Nahdlatul Ulama (NU) menganut paham kebangsaan. Menurutnya, tidak ada satu pun gerakan radikal atau terorisme yang berafiliasi dengan NU. Hal itu ia sampaikan pada Kongres Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Se-Nusantara ke-IV di Kampus Kedokteran Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Jawa Tengah, seperti dilansir NU Online, pada Selasa (1/5).

Budi mengatakan bahwa saat ini paham radikalisme sudah masuk ke lingkungan perguruan tinggi di Indonesia. Fenomena ajaran radikal memanfaatkan kepolosan psikologi pada mahasiswa yang masih dalam proses pencarian jati diri. “Bahkan, berdasarkan penelitian BIN, sekitar 39 persen mahasiswa sudah terpapar ajaran radikal,” ujarnya.

Pihak BIN, lanjut dia, telah memantau seluruh perguruan tinggi di 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Temuannya, terdapat kampus yang sudah dijadikan basis penyebaran paham radikal. “Fenomena paham radikal sangat dipengaruhi oleh isu di Timur Tengah. Sementara proses perekrutannya dilakukan secara tertutup,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Rektor Unwahas, Mahmutarom yang menyampaikan bahwa sebelum organisasi NU berdiri, para ulama telah membentengi masyarakat kekuatan pemahaman Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) dari paham radikalisme.

“Kesamaan misi kebangsaan antara BIN dan PTNU menjadi modal utama dalam membangun kerjasama ke depan dalam mengawal isu-isu seperti ini,” tambah Budi. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL