Sumber: nu.or.id

Ambon, LiputanIslam.com– Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristek Dikti RI), M Natsir menyampaikan akan pentingnya teknologi. Ia meminta masyarakat Indonesia khususnya Fatayat NU agar menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi. Saat ini pada era revolusi industri 4,0 yang artinya era digital, penguasaan teknologi informasi akan berdampak pada kemajuan ekonomi.

“Penting bagi Fatayat NU untuk mendesain agar anggota atau kadernya menggunakan dan memperdayakan ekonomi yang ada di Fatayat. Ini akan jadi kekuatan ekonomi di Indonesia,” katanya pada pembukaan Konferensi Besar (Konbes) Fatayat NU, di Islamic Center Ambon, Maluku, pada Kamis (26/4).

Natsir mencontohkan, aplikasi Gojek yang dalam hal ini menandakan teknologi yang begitu cepat juga memberi keuntungan aset bagi pemiliknya. Pada tahun 2017, aset yang dimiliki sekitar 13,7 triliun. Padahal usia pemiliknya baru 33 tahun. Melalui teknologi informasi juga dapat dilakukan kapitalisasi aset.

Menurutnya, Fatayat NU dituntut paling tidak dapat memahami bahasa asing. Dengan delapan juta anggota Fatayat, ini dapat menjadi potensi mobilisiasi yang tepat untuk mengembangkan ekonomi. “Barangsiapa menguasai bahasa asing maka akan selamat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Natsir juga membuka Konbes Fatayat NU yang akan berlangsung 25-30 April. Bersama Ketua PBNU Robikin Emhas, Ketua Fatayat NU Anggia Ermarini, Natsir menandai pembukaan dengan penabuhan tifa yang merupakan alat musik khas Maluku. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL