Sumber: merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) kembali merilis rekapitulasi bulanan berita bohong atau hoaks sepanjang bulan Januari 2019. Berdasarkan hasil laporan, ada 175 konten atau kalau dirata-rata ada 6 hoaks setiap harinya yang menyebar di internet dan media sosial (Medsos). Hal itu disampaikan Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu di Jakarta, pada Kamis (7/2).

“Hasil pemantauan konten internet dan media sosial yang dilakukan oleh Sub Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, rata-rata sehari menemukan 4 sampai 6 konten hoaks dari beragam isu,” ujarnya.

Jumlah konten berbeda setiap hari, mulai dari dua hingga 11 konten yang ditemukan. Platformnya bermacam-macam, mulai aplikasi chatting, media sosial dan media online. Jika dilihat dari jenisnya, terdapat berbagai jenis konten hoaks yang diproduksi dan disebarkan, antara lain, jenis politik, kesehatan, bencana dan konten lain.

Pengamat Media Sosial sekaligus Dosen Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rulli Nasrullah mengatakan bahwa masyarakat sekarang perlu dibekali dengan literasi digital. Hal ini penting diberikan agar masyarakat dan generasi milenial ikut menjaga kondisi lingkungan medsos.

“Literasi digital juga mensyaratkan setiap pengguna untuk bertanggung jawab terhadap konten di medsos itu sendiri. Karena pada kenyataannya, misalkan walau medsos itu akunnya bersifat pribadi dalam pengertian dibangun dan dimiliki oleh pengguna itu sendiri, namun konten yang diunggah pada dasarnya bersifat mass-self communication,” terangnya.

“Ada upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah melalui Kemendikbud dan Kemenkominfo dalam mensosialisasikan pentingnya literasi digital. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mendorong para generasi milenial ini untuk mau melakukan siskamling medsos,” tandas Rulli. (aw/NU Online/merdeka).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*