Sumber: Antaranews.com

Jakarta, Liputanislam.com– Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Rosarita Niken Widyastuti mengatakan berdasarkan hasil penapisan (penyaringan) “artificial intelligence” selama tiga bulan terakhir terungkap konten hoaks di Indonesia paling banyak menyerang pemerintah. Presiden dan calon presiden juga menjadi sasaran hoaks dalam tiga bulan terakhir ini.

“Berita bohong atau hoaks yang beredar di Indonesia paling banyak menyerang pemerintah,” ucapnya di Jakarta, pada Selasa (15/1).

Menurutnya, hoaks yang disebarkan melalui pesan singkat berantai dan media sosial tersebut banyak menyerang presiden, kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilu 2019. Bahkan berdasarkan data Dirjen ada sebanyak 63 informasi hoaks terkait dengan politik dan Pemilu 2019.

“Itu yang sangat disayangkan, ketika kita akan menggelar pesta demokrasi justru banyak beredar informasi negatif, ujaran kebencian, fitnah, hingga provokasi,” katanya.

“Kami terus melakukan verifikasi, namun penyebaran hoaks lebih cepat, maka kami sebenarnya tidak bisa bekerja sendirian. Kami juga rajin menegur platform-platform yang memiliki akun dengan konten informasi berita bohong, radikal, dan menyesatkan,” ujarnya.

Rosarita juga meminta peran aktif masyarakat dalam menangkal hoaks. “Masyarakat juga kami minta untuk aktif, dengan melaporkan akun atau konten dengan informasi negatif, dengan begitu akan mudah menapis konten-konten negatif supaya tidak tersebar,” ungkapnya. (ar/republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*