Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Asisten Deputi Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK),  Aris Darmawansyah mengungkapkan bahwa kementeriannya saat ini sedang gencar mengampanyekan gerakan revolusi mental, termasuk di dalamnya gerakan Indonesia melayani dalam birokrasi.

Oleh karenanya, Aris mengharapkan peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam gerakan revolusi mental tersebut. Hal itu ia sampaikan pada acara Training of Trainer yang bertema “Pemimpin Agama Pelopor Perubahan Gerakan Revolusi Mental” di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada Senin (13/11).

Menurut Ari, sebagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) sekaligus sosial keagamaan yang memiliki pengikut yang berjumlah besar, peran NU sangat diharapkan dalam membangun karakter bangsa. “Karena pemerintah tidak mungkin melaksanakan hal ini sendiri. Harus bersama-sama,” ujarnya.

Ari menjelaskan, untuk mewujudkan program tersebut, Kemenko PMK saat ini telah membentuk gugus tugas di 514 Kabupaten kota di 34 provinsi di Indonesia. Tujuannya adalah untuk membangun inisiatif dan partisipasi aksi nyata seluruh pemerintah daerah.

Aksi nyata gerakan revolusi mental sendiri, lanjut dia, ada lima yakni Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia Mandiri, dan Indonesia bersatu. “Ini 514 Kabupaten/kota, 34 provinsi, 45 Kementerian dan Lembaga ini harus bisa melaksanakan gerakan revolusi mental terutama dalam hal pelayanan kepada masyarakat,” ucap Ari. (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL