Sumber: panjimas.com

Jakarta, Liputanislam.com– Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya melakukan pengembangan Alquran Digital guna memenuhi kebutuhan umat dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Pada tahun 2016 lalu Kemenag telah meluncurkan Alquran Digital pertamanya. Hingga kini terus dilakukan revisi dan pembaruan agar tampilannya semakin menarik dan ringan.

Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ), Muchlis Hanafi  mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan penelitian terhadap masyarakat terkait penggunaan Alquran Digital versi Kemenag. Menurutnya, hal ini penting dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan umat.

“Penelitian ini berusaha memotret kecenderungan masyarakat dalam menggunakan Alquran Digital versi Kemenag. Sehingga, kita bisa menghadirkan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, bukan seperti yang kita inginkan,” ucapnya di Jakarta, pada Jumat (16/11).

Muchlis menyampaikan bahwa pihaknya berkeinginan kuat untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Namun, Kemenag tidak cukup jalan sendiri. Kemenag merasa harus bersinergi dengan Kominfo untuk pengembangan Alquran Digital ini.

“Temuan dari penelitian yang dilakukan sebelumnya mengungkapkan keberadaan Alquran Digital sangat dibutuhkan masyarakat dalam mendukung aktifitas keagamaan maupun non-keagamaan. Masyarakat juga menghendaki produk Alquran Digital memiliki fitur serta konten yang lengkap, tapi tidak memberatkan kapasitas ponsel pintar,” katanya. (ar/republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*