Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Direktur Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Ahmad Zayadi menyampaikan tantangan yang akan dihadapi umat Islam dan pondok pesantren ke depan.  Menurutnya, tantangan utama pondok pesantren hari ini dan ke depan adalah menjawab bagaimana cara berislam dalam masyarakat yang plural, dan bernegara dalam masyarakat yang relijius.

“Tantangan umat Islam terutama pondok pesantren hari ini dan ke depan adalah bagaimana pesantren mampu menjawab dan menyikapi perbedaan dan keragaman dalam kehidupan,” kata Ahmad Zayadi di Jakarta, seperti dilansir republika.co.id, pada Rabu (27/12).

Oleh karena itu, Zayadi menjelaskan bahwa tujuan Kemenag mengumpulkan para kiai dan ustaz pondok pesantren se-Indonesia adalah supaya masing-masing dapat bertukar pengalaman untuk bersama-sama membangun bangsa Indonesia ke depan dalam perspektif orang-orang pesantren. Ia berharap pesantren menjadi bagian dari solusi tantangan bangsa dan negara ke depan.

“Bagaimana kita mampu beragama dalam konteks Indonesia yang plural, dan juga bagaimana kita mampu bernegara dalam konteks Indonesia yang religius. Kedua ini yang menjadi tantangan bagi kita semua,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) “Penguatan Moderasi Islam pada Pondok Pesantren” di Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta, Selasa (26/12). (Ar/NU Online/Republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*