Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemanag), Prof Kamaruddin Amin mengaku terus berupaya agar Indonesia menjadi salah satu pusat tempat belajar tentang Islam, baik bagi Muslim atau non-Muslim. Menurutnya, Indonesia harus menjadi pusat studi Islam dunia.

“Harus menjadi tujuan, harus menjadi destinasi, atau tempat orang-orang Islam dan non Islam belajar dan melakukan penelitian tentang Islam karena kita punya wawasan banyak sekali,” ucapnya di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada Rabu (11/4).

Kamaruddin menyampaikan bahwa Indonesia bukan hanya negara dengan warganya yang menganut agama Islam terbesar di dunia, melainkan juga memiliki banyak lembaga pendidikan Islam. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi pusat studi Islam.

“Terdapat sekitar 32 ribu dosen, lebih dari 700 perguruan tinggi, 1 juta mahasiswa, 72 ribu madrasah, 10 juta siswa-siswi, dan 30 ribu pesantren.  Tidak ada negara mana pun yang mempunyai perguruan tinggi sebanyak itu,” ujarnya.

Jumlah yang besar itu, tentunya tidak terlepas dari kontribusi masyarakat dalam upaya membangun pendidikan. Indonesia termasuk negara yang paling besar partisipasi masyarakatnya. “Kontribusi masyarakat yang besar tersebut tidak terjadi di negara-negara lain, baik di negara yang ada di eropa maupun di timur tengah,” terang Kamaruddin. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*