Sumber: fakta.news

Jakarta, Liputanislam.com– Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Dirjen Pendis Kemenag), Kamaruddin Amin mengatakan bahwa Indonesia merupakan sebuah negara bangsa yang memiliki gaya keislaman yang humanis, toleran, dan damai. Dengan gaya keislaman humanis itulah Indonesia mampu bertahan sebagai negara paling majemuk di dunia.

“Kita hidup di negara paling majemuk di dunia, tetapi mampu bertahan sampai sekarang karena memiliki gaya keislaman yang humanis, toleran, dan damai,” ujarnya di Jakarta, pada Senin (21/1).

Menurut Kamaruddin, saat ini memang masih ada gerakan-gerakan yang bertentangan dengan gaya keislaman humanis tersebut. Namun, secara umum keislaman di Indonesia sudah sangat baik. “Meskipun masih ada peristiwa sporadis yang bertentangan dengan itu. Namun secara umum keislaman kita sangat baik,” ucapnya.

kontribusi pendidikan Islam, lanjut dia, sangat fundamental dalam menjaga artikulasi Islam di Indonesia. Karena itu, keberagamaan yang moderat, toleran, dan humanis harus tetap terlefleksikan dalam aktifitas pendidikan Islam. Dan ini adalah salah satu tugas Kemenag.

“Saat ini Kemenag menaungi 78 ribu madrasah, 28.100 pondok pentren, dan 770 perguruan tinggi Islam. Dari lembaga-lembaga inilah, Kemenag harus menjamin ajaran agama yang murni disampaikan tanpa penyimpangan,” tandasnya. (aw/republika).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*