Anies Baswedan sengaja bertandang untuk bertemu Maman/kemendikbud

Anies Baswedan sengaja bertandang untuk bertemu Maman/kemendikbud

Bekasi, LiputanIslam.com – Dunia Maya heboh karena Maman Supratman, kakek berusia 74 tahun tersebut ternyata masih seorang guru honorer yang mengabdi untuk pendidikan Indonesia. Meskipun berstatus honorer dan harus mengajar dari sekolah ke sekolah lain, tak menyurutkan semangat Maman yang mengajar sejak tahun 1974. Maman adalah sosok yang menghebohkan jagat maya saat fotonya diunggah oleh Sukamto MPd bertepatan pada hari Guru, 25 November lalu.

Tercatat sudah ribuan orang yang melakukan like dan membagikan foto maman saat menggunakan batik PGRI. Maman adalah sekelumit potret guru honorer yang harus memperjuangkan kesejahteraannya sendirian. Yang menjadikan Maman disanjung banyak orang dan kerabatnya adalah karena keteguhan hatinya untuk tidak banyak mengeluh dan menuntut. Maman mengajar berbagai mata pelajaran dengan sepenuh hati. Bahkan Maman selalu proaktif dalam setiap kegiatan sekolah. Maman selalu tampil kedepan untuk menyodorkan tangan.

Seperti dilansir dari antaranews.com, kisah Maman akhirnya sampai juga pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan. Anies tak menunggu waktu lama untuk langsung bertandang ke sekolah Maman di SMPN 17, Bekasi, Jawa Barat (2/12). Anies benar-benar membuktikan perkataannya dengan memuliakan guru. Salah satunya bentuk penghormatan kepada Maman dengan mengunjunginya secara langsung.

Foto Maman yang diunggah oleh Sukamto MPd, guru Bahasa Indonesia SMPN 17 Bekasi

Foto Maman yang diunggah oleh Sukamto MPd, guru Bahasa Indonesia SMPN 17 Bekasi

“Saya, atas nama pemerintah ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi. Insya Allah guru seperti Pak Maman ini, kami sebutnya guru mulia, yang bisa jadi contoh buat semua,” kata Menteri Anies kepada Maman saat bertemu di SMPN 17 Bekasi.

Mendikbud juga menambahkan pengabdian Maman yang tulus dapat menjadi teladan. Apa yang dilakukan Maman tidak ternilai. ““Dihargai berapa pun tidak ternilai karena kemuliaan itu tidak bisa dirupiahkan,” katanya.

Meskipun beberapa kali gagal menjadi PNS karena alasan usia, semangat Maman dalam mengajar tak pernah kendur. “Saya tidak pikir, pokoknya kerja. Saya sudah tua begini cuma ingin menurunkan ilmu,” kata Maman. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL