Sumber: tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU) melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 1-20, Jakarta, pada Jumat (8/12). Warga NU mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Asep Irfan Mujahid dalam orasinya menyatakan bahwa warga NU mengutuk keras pernyataan sepihak Trump atas tanah suci Yerusalem, Palestina. Menurutnya, Trump telah merenggut hak-hak kemanusiaan bangsa Palestina sebagai bangsa yang berdaulat.

“Sebagai bangsa yang berdaulat (Palestina) telah direnggut oleh Zionis dan Amerika. Kita harus lawan bersama-sama,” serunya.

Amerika telah melanggar resolusi Dewan Keamanan (DK) dan Majelis Umum PBB. Amerika telah merampas hak kemanusiaan bangsa Palestina. Oleh karena itu, Irfan meminta kepada pemerintah Indonesia untuk memutus hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat jika Donald Trump tidak membatalkan keputusan tersebut.

“Kita meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk secara tegas mengambil sikap, meninjau kembali hubungan diplomatik dengan Amerika untuk melarang semua perusahan multinasional agar tidak beroperasi di dunia ini jika memang mereka masih tetap tidak mencabut status Palestina sekarang ini,” ucapnya.

Sementara, Wakil Sekretaris Pengurus Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM PBNU), Husni Mubarok Amir menyampaikan bahwa pernyataan Trump merupakan penyingkiran kadaulatan Palsetina. Tindakan Trump adalah pelanggaran hak asasi manusia. “Ini adalah pelanggaran terhadap Palestina, terhadap hak asasi manusia. Siapa pun di sini, layak dan wajib membela Palestina,” tegasnya.

“PBNU juga telah mengecam Kedubes Amerika. Kami diperintahkan kiai-kiai kami untuk menyampaikan aspirasi kami. Kita di sini, punya satu tujuan menolak pernyataan Trump. Kami hadir di sini mendesak pemerintah Indonesia untuk menolak kebijakan Trump dan meminta umat Islam seluruh dunia untuk menolak kebijakan Donald Trump,” ungkap Husni. (Ar/NU Online/Tribun).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*