Sumber: NU Online

Demak, LiputanIslam.com– Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat terutama warga NU untuk terus berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan persatuan  bangsa. Menurutnya, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan hal yang sudah final, dan tidak bisa ditawar lagi. Hal itu ia sampaikan pada Acara Harlah NU ke 91, Harlah Muslimat NU ke 71, dan Hari Jadi Demak ke 514, di alun-alun Masjid Agung Demak pada Minggu (2 /4).

KH Yahya Cholil Staquf atau yang biasa disapa Gus Yahya menegaskan bahwa siapapun yang ingin mengacau atau memisahkan diri dari Indonesia, maka akan berhadapan dengan NU. “Setiap pengacau yang mengganggu Indonesia, maka akan berhadapan dengan NU. Bagi NU, NKRI harga mati yang tak bias di tawar lagi,” tegasnya.

Gus Yahya  menyampaikan, sebagai salah satu elemen pendiri bangsa Indonesia, NU secara otomatis  mempunyai  kewajiban menjaga bangsanya dari orang maupun kelompok pengacau, pengganggu, merongrong kewibawaan bangsa serta mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Gus Yahya juga meminta, agar warga NU untuk menengok dan mengingat kembali sejarah awal dibentuknya NU sesuai yang tertera dalam Anggaran Dasar Aggaran Rumah Tangga AD/ART NU. Menurutnya, NU merupakan satu kesatuan dengan bangsa Indonesia, dan tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia juga menyatakan, bahwa tujuan NU didirikan adalah untuk menjaga dan memberikan kedamaian bagi bangsa Indonesia. “NU didirikan itu salah satu tujuannya menciptakan tatanan masyarakat Indonesia yang rahmatan lil alamin demi terwujudnya bangsa Indonesia. Mari kita lihat AD/RT NU, maka dari itu, NU tidak bisa pisah dari bangsa Indonesia,” ucapnya. (Ar/NU Online).

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL