Sumber: nu.or.id

Pati, LiputanIslam.com– Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengungkapkan bahwa berdirinya negara Indonesia tidak terlepas dari peran para ulama Nahdlatul Ulama di awal kemerdekaannya. Sejumlah ulama tanah air seperti KH Abdul Wahab Chasbullah, KH  Wahid Hasyim, KH Hasyim Asyari merupakan ulama yang telah bersumbangsih bagi bangsa ini. Pernyataan itu disampaikan Kiai Yahya pada Halaqah Ilmiyah di Ma’had Jami’ah Mathali’ul Falah, Kabupaten Pati, Jumat (21/4).

Kiai Yahya Cholil atau yang biasa disapa Gus Yahya itu menyampaikan,bahwa para ulama  punya andil besar dalam merumuskan berdirinya pondasi dan dasar negara Indonesia dengan mengakui UUD 1945 RI sebagai konstitusi negara berasaskan Pancasila dan bersendikan Bhineka Tunggal Ika.

Menurut Gus Yahya, KH Abdul Wahab Chasbullah dan KH  Wahid Hasyim bukanlah ulama sembarangan. Mereka telah lama mendalami ilmu agama, serta telah mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. oleh karena itu menurutnya, kehadiran ulama dalam perumusan dasar negara merupakan bukti bahwa eksistensi Pancasila dan konstitusi negara Indonesia sudah sesuai dengan syariat dan ajaran ahlussunah wal jamaah (Aswaja).

“Para ulama yang ikut mengesahkan UUD 45 dengan asas Pancasila bukanlah ulama sembarangan dan bukan ulama kemarin sore. Mereka telah menghabiskan waktu lama untuk mendalami ilmu agama yang luas sekaligus mengamalkannya dalam tatanan kehidupan sehari-hari, maka ketika ada yang mengatakan NKRI dan Pancasila tidak sesuai dengan syariat maka artinya itu menghina para ulama kita,” ujarnya.

Gus Yahya yang juga sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut ThalibinRembang ini menyatakan, bahwa perjuangan ulama dan rakyat NU dalam melawan penjajah dengan adanya “Resolusi Jihad” 22 Oktober 1945 yang menyatakan bahwa dalam jarak masafatul qasr perang melawan penjajah adalah fardhu ain atau kewajiban setiap orang.

Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan bahwa Islam Nusantara merupakan cara untuk menguatkan dan mewadahi semua elemen masyarakat Muslim Indonesia yang terdiri dari berbagai tradisi dan kelompok yang berbeda. Selain itu, bangsa Indonesia memiliki keragaman budaya dan agama sehingga membutuhkan nuansa yang dapat mengharmoniskan semua pandangan yang berbeda. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL