Wawan Darmawan/Jawapos

Wawan Darmawan/Jawapos

Jakarta, LiputanIslam.com – Industri lebah di Indonesia sudah pasti mengenal sosok Wawan Darmawan yang merupakan Dirut PT Madu Pramuka. Melalu tangan dinginnya, ribuan orang dilatih untuk menjadi petani lebah. Berkat usahanya kini produksi lebah bumi perkemahan Pramuka dinilai kian produktif.

Karir Wawan sudah cukup lama dalam industri lebah madu. Ia sudah 27 tahun dipercaya mengelola industri madu Pramuka. Salah satunya adalah yang berada di bumi perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Malang melintang dalam produksi madu, Wawan sudah sangat mengenal cara budidaya lebah hingga meningkatkan produksi madunya, seperti diberitakan Jawapos.com.

Wawan bercerita bahwa dirinya diajak oleh ketua Kwarnas (Kwartir Nasional) almarhum Letjen Mashudi. Kemudian ia diminta menata manajemen Pusat Perlebahan Apriari Pramuka (Yang saat ini menjadi PT Madu Pramuka). Mashudi kepincut Wawan karena prestasi wawan sebagai akuntan di sebuah perusahaan penanaman modal asing di Jakarta.

Setelah ditangani oleh Wawan, kas perusahaan yang keuangannya serba tidak jelas pada awalnya, kini sudah menunjukkan hasilnya. Lambat laun Wawan memperbaiki keuangan organisasi. Tak tanggung-tanggung, Wawan rela keluar dari tempat kerjanya demi fokus mengurus Apriari. Pengorbanan Wawan tidak sedikit karena harus mengurangi waktu kumpul bersama keluarganya.

Titik baliknya terjadi pada tahun 2005. Apriari berubah menjadi perusahaan perseroan terbatas (PT) dan berganti nama menjadi PT Madu Pramuka yang selam ini kita kenal. Sejak itulah, produksi madu terus meningkat dan seiring pula menyehatkan keungan perusahaan.

Kini PT Madu Pramuka memiliki sejumlah cabang di daerah. Di antaranya, Tangerang, Banten, Cirebon, Semarang, Batang, Jogja, Surabaya, dan Sukabumi. Sentra pengolahan madunya masih di dua tempat, yakni Cibubur dan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kini PT Madu Pramuka menopang anggaran bagi kegiatan Pramuka Nasional. Ditengah minimnya anggaran operasional Kwarnas Pramuka, PT Madu Pramuka mampu memberikan kontrubusi hingga Rp 1,5 miliar hingga Rp 1,8 miliar.

Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault yang juga merupakan Mantan Menpora era SBY, membanggakan PT Madu Pramuka ditangan Wawan, karena dari madu itulah hampir setiap tahun bisa memberangkatkan haji 200 karyawannya secara bergiliran. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*