Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj berkomitmen bersama-sama memberantas ormas anti-Pancasila. Menurut Kapolri, organisasi kemasyarakatan (ormas) apapun yang berusaha memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dibubarkan.

“Kelompok apa pun yang bertujuan memecah belah bangsa, tidak diperbolehkan,” ujar Kapolri Tito Karnavian dalam pembukaan Kongres III Pencak Silat NU Pagar Nusa di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Kamis (4/5).

Menurut Kapolri, selama ini ada tiga kekuatan utama penyangga keutuhan bangsa Indonesia, yakni TNI/Polri, kelompok nasionalis, dan Islam moderat. Kapolri juga mengajak ketiga unsur itu untuk terus bergandengan tangan menjaga keutuhan NKRI.

“NKRI ini 71 tahun bisa bertahan karena tiga pilar utamanya masih solid. Oleh karena itu, tiga unsur, TNI dan Polri, Nasionalis, moderat Islam (NU dan Muhammadiyah) harus terus bergandengan tangan untuk menjaga NKRI,” serunya.

Pada kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa NU sebagai ormas moderat terbesar di Indonesia merupakan ormas pembela Pancasila. “Ideologinya membela pancasila sebagai ideologi negara sebagai persatuan Indonesia dan NKRI harga mati bagi NU. Kami siap bekerja sama, bahu-membahu dengan NU dan jajarannya untuk menjaga NKRI,” ungkap Kapolri.

Sementara pada kesempatan yang sama, KH Said Aqil Siroj mengatakan, tantangan dan masalah yang dihadapi Bangsa Indonesia kini semakin kompleks. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusinya. “Ini harus dicari solusinya secara bersama,” tuturnya.

Ia berharap Pagar Nusa mampu menjadi tonggak utama untuk menjaga kedamaian di negeri ini, sebagai pagar kiai, pagar pesantren, serta pagar Indonesia. Kiai Said juga mengingatkan, pentingnya bangsa Indonesia menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai kesadaran untuk bersatu dalam perbedaan.“Tidak boleh mencaci perbedaan warna kulit, budaya, bahasa, tradisi, dan perbedaan agama,” ucapnya. (Ar/NU Online/Tribun Sumut/Radar Bangsa).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL