Sumber: jatimnow.com

Surabaya, LiputanIslam.com– Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur (Jatim), Dikky Syadqomullah menanggapi kasus hoaks yang melibatkan kadernya bernama Imam Suherlan Ketua PC Pemuda Muhammadiyah Kalibaru. Dalam video yang beredar, Imam Suherlan tampak mendampingi Ustad Supriyanto yang menyampaikan hoaks bahwa pemerintah sedang berupaya melegalkan zina.

“Kami akan tabayun (klarifikasi) dulu. Yang bersangkutan akan kami panggil. Akan kami lihat duduk perkaranya. Apakah ada yang salah. Pastinya, kami juga melakukan pendampingan hukum,” ucapnya di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (14/3).

“Biarkan hukum berjalan. Tidak usah intervensi. Negara ini negara hukum. Bialah pihak yang berkewajiban menata hukum bekerja. Menjadikan hukum kita ini berintegeritas,” katanya.

Namun begitu, Dikky menegaskan bahwa apa yang dilakukan kadernya tersebut adalah sikap pribadi. Bukan arahan dari induk organisasi. Sebab, sampai saat ini Muhammadiyah maupun Pemuda Muhammadiyah tidak pernah memberikan arahan.

Sementara Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy (Gus Romy) menilai bahwa hoaks itu sengaja dibuat oleh pihak tertentu sebagai bagian dari upaya menjatuhkan Jokowi. Bahkan isu semacam itu akan terus digencarkan menjelang Pemilu April mendatang.

“Itu strategi sistematis, itu sebuah kesengajaan dan akan semakin gencar dilakukan sampai 35 hari ke depan karena saran dari konsultannya,” ungkap Rommy usai Pembekalan Wawasan Kebangsaan kepada Pegawai Kementrian Agama Kabupaten Blitar, Kamis (14/03).

Gus Romy mengaku sedih dengan isu semacam itu. Sebab hanya karena perbedaan politik membuat merah putih terkoyak. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama memerangi hoaks dan fitnah. “Secara khusus dilakukan TKN, setiap kali turun ke daerah saya mengajak ulama untuk menjadi bagian kekuatan melawan hoaks dan fitnah,” tandasnya. (aw/jatimnow/inews).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*