jurnalis-indonesia-selfi-dengan-netanyahuJakarta, LiputanIslam.com – Lembaga kemanusiaan untuk Palestina, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) meminta rakyat Indonesia tetap kritis terhadap Israel dan media yang pro-Israel. Sikap kritis ini penting di tengah upaya negara zionis tersebut melakukan propaganda terhadap Indonesia, yang sejak awal berkomitmen membela Palestina.

Presidium MER-C, Joserizal Jurnalis mengatakan, kedatangan para jurnalis Indonesia ke Israel tersebut perlu dikritisi, apakah benar hanya sebatas tugas jurnalistik atau justru memiliki agenda lain.

“Jangan sampai untuk jadi corong Israel,” katanya, seperti dilansir Republika, (30/3/2016).

Ia berharap publik tetap bersatu menentang keras propaganda Israel ini, termasuk mewaspadai dan mengkritisi media yang membawa agenda dari Israel tersebut.

“Apalagi setelah (mereka) pulang membawa “pesan” Netanyahu? Ini lebih gawat lagi,” katanya.

Seperti diketahui, lima wartawan dari media ternama Indonesia seperti Tempo, Kompas, Jawa Pos, dan Metro TV melakukan kunjungan ke Israel atas undangan yang diselenggarakan oleh undangan bertemu PM Netanyahu. Menurut situs resmi pemerintah Israel, rombongan jurnalis Indonesia dijamu oleh Kementrian Luar Negeri Israel.

Kunjungan ini dinilai mengejutkan setelah sebelumnya Israel melarang Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi masuk Palestina. Retno dilarang masuk Ramallah setelah menolak pertemuan dengan diplomat Israel. Menurut Joserizal, kalau mereka rombongan jurnalis Indonesia ini benar-benar melakukan tugas jurnalistik, tentu hal itu masih bisa diterima. Karena profesi wartawan menyampaikan informasi tanpa membeda-bedakan narasumbernya.

Namun bila mereka bertandang ke Israel untuk memenuhi undangan PM Netanyahu, dalam angka mendengarkan propaganda Israel yang selama ini ditentang dunia internasional tentu harus bersama-sama ditentang denga keras. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL