Sumber: gesuri.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dan berbincang dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan di Istana Negara Jakarta, pada Rabu (24/4). Hadir juga dalam pertemuan itu Surya Paloh dan para tokoh lainnya. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa pertemuan tersebut membahas persoalan bangsa dan negara seusai Pemilu.

“Presiden Jokowi dengan Pak Surya Paloh, Pak Zul (Zulkifli) dan saya serta tokoh lainnya banyak membahas mengenai refleksi kebangsaan kita, mengingat kampanye yang sangat panjang, berlangsung 8 bulan, diwarnai hoax dan fitnah pada akhirnya kita semua berbicara bangsa dan negara, kepentingan untuk mencari pemimpin,” katanya.

Menurut Hasto, dalam perbincangan itu, Zulkifli banyak menceritakan pengalaman kampanyenya selama sekitar 8 bulan.  “Inti sarinya bagaimana kita sebagai bangsa bersatu mengutamakan kepentingan umum, dan 8 bulan sudah terlalu panjang untuk berkontestasi, saatnya semua berpikir tentang rekonsiliasi untuk bangsa dan negara,” ucapnya.

“Masing-masing menyampaikan pengalamannya dalam kampanye kemarin, dan jelas suasananya akrab tapi semua merasa lelah dengan 8 bulan kampanye dengan kontestasi yang sering kali diwarnai ide-ide yang begitu tajam karena hoax dan fitnah,” ujarnya.

Terakhir, Hasto mengaku bahwa dirinya percaya seluruh pimpinan bangsa memiliki niat baik. “Pemilu sudah berjalan dengan baik, rakyat sudah memilih dengan kedaulatannya untuk menentukan siapa yang terbaik,” tambahnya. (aw/detik).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*