Klik gambar untuk memperbesar

Jakarta, LiputanIslam.com — Dugaan Ketua DPR Setya Novanto mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta saham dan berupaya menjadi pelobi perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia semakin kuat. Kemarin beredar isi rekaman versi lengkap pembicaraan politikus Partai Golkar tersebut dengan saudagar minyak Mohammad Riza Chalid dan bos Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin.

Dalam rekaman tersebut Setya Novanto dan Riza Chalid terdengar berupaya meyakinkan Maroef bahwa Jokowi akan meneken perpanjangan kontrak.

Dan inilah intisari dari rekaman tersebut;

Setya Novanto menyebut Jokowi sebagai ‘koppig’, yaitu istilah bahasa Belanda yang artinya keras kepala. ‘Koppig’ juga pernah diucapkan oleh Bung Karno untuk menyebut Ali Sadikin. “Saya pilih pelaut Ali karena dia ‘koppig’. Butuh orang keras kepala untuk hadapi ndoro dan nyonya yang buang sampah sembarangan,” kata Bung Karno kala itu.

Setya Novanto mencontohkan kasus PSSI, “Kita dikte saja, gitu Pak. Koppignya dia buat bahaya kita. Kadang-kadang dia kalau egonya ketinggian, ngerusak Pak, ngono Pak. Makanya pengalaman-pengalaman saya sama dia, begitu dia makin dihantam makin kenceng dia. Nekat Pak, waahh…..”

Setya Novanto juga menyebut bahwa Jokowi membatasi langkah Jusuf Kalla. Sementara itu, Riza Chalid menyebut Jokowi orangnya alot. Riza pernah menyuruh Jokowi ganti baju tapi selalu tidak berhasil suruh ganti baju. “Wah Pak ganti baju dong. Saya ngobrol sama Karni Ilyas dia kan sosialis. Sosialis kok pengusaha, kalau sosialis…..”

Ancaman Pelengseran Presiden

Riza Chalid juga menyebut bahwa ia telah menyemangati Koalisi Merah Putih (KMP) dan bertekad membalasnya tahun 2019 nanti.

“Saya bilang itu, saat ini kita sudah kalah. Kalah Pilpres. Tapi kita akan balas tahun 2019. Cuma sekarang kita harus berdamai membangun negara. Jangan ikut (pemerintah). Presiden sama wapres enggak boleh diganggu. Saya bilang, kita cari makan. Sekarang Pak Luhut yang ada di sana, ini temen-temen dan kita minta ikutlah Pak Luhut…”

“Coba Pak Luhut sampaikan ke Jokowi. Kalau mau sepakat begitu kita dukung. Ini saran saya. Akhirnya sepakat pak malam itu, oke kita dukung Jokowi-JK supaya sukses. Nanti 2019 ceritanya lain. Langsung deh pada dukung Jokowi, pada ketemu Jokowi semua. Prabowo apa dukung Jokowi. Sejak itu. Makanya Pak, DPR gak pernah ganggu Jokowi. Gak pernah ganggu Jokowi. Malah yang enggak mendukung Jokowi itu PDIP. KMP enggak, semuanya mendukung. Itu kita happy juga sih. Kalau negara aman kita punya jalan. Tapi kalau ribut terus di parlemen, pusing kepala. Bayangin sudah kurang aman negara, ekonominya ancur,” ucap Riza.

Dalam rekaman versi lengkap ini, Setya Novanto dan Riza Chalid juga terdengar berupaya meyakinkan lawan bicaranya bahwa mereka bisa membantu agar presiden Joko Widodo meneken perpanjangan kontrak Freeport Indonesia. Seseorang di antara mereka bahkan yakin bahwa Jokowi yang dianggap keras kepala akan lengser jika menyetop rencana tersebut

“Kalau dia (Jokowi) sampai nekat nyetop (izin Freeport), jatuh dia,” kata Riza Chalid.

___

Tulisan ini dirangkum dari Koran Tempo, yang berjudul Rekaman Lengkap Calo Kontrak Freeport.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL