Sumber: indonesiasatu.co

Jakarta, LiputanIslam.com– Presiden Joko Widodo meresmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari di Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Sabtu (15/4). Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan bahwa masjid raya tersebut merupakan simbol kedamaian Islam dan keberagaman bangsa. Juga sebagai bukti komitmen pemerintah dalam menjaga kehidupan antar umat beragama di Indonesia.

“Masjid ini bukti komitmen pemerintah pusat dan daerah yang berkomitmen untuk menjamin kehidupan beragama yang semarak dan barokah. Saya resmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Jakarta di Jakarta Barat, DKI Jakarta,” ucapnya.

Presiden juga  menjelaskan, alasan kenapa dirinya menamakan masjid tersebut dengan meminjam nama Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari pendiri  Nahdlatul Ulama (NU),salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu.

“Mengapa mengambil nama K.H. Hasyim Asy’ari? Hadratus Syeikh K.H. Hasyim Asy’ari, almarhum adalah pahlawan nasional yang cinta Republik Indonesia dengan sepenuh hati. Beliau meletakkan fondasi agama yang ramah dan moderat. Untuk itu kita teladani jasa beliau dalam menyebarkan nilai keislaman dan keindonesiaan sesuai prinsip Islam rahmatan lil alamin (rahmat semesta alam),” tuturnya.

Jokowi mengaku, bahwa pembangunan awal peletakkan batu pertama masjid raya telah dimulai saat ia masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. “Ini mimpi lama saya. Semasih menjadi Gubernur Jakarta tahun 2013, saya membentuk tim yang dipimpin Adhi Moersid, arsitek kenamaan yang pernah menerima Aga Khan Award untuk Masjid Said Naum, Tanah Abang yang dirancangnya,” tulis Jokowi di akun resmi facebooknya, seperti dilansir Detik.com, Sabtu (15/4).

“Pada 26 September 2014 saya sendiri yang meletakkan batu pertama pembangunan masjid ini. Dibangun di atas lahan milik Pemerintah Provinsi DKI seluas 2,4 hektare, Masjid Raya K.H. Hasyim Asy’ari bernuansa arsitektur Betawi. Setiap tiang yang ada di masjid ini memiliki ornamen Gigi Balang. Di atasnya menjulang lima menara yang melambangkan Rukun Islam,” tambahnya.

Sementara itu, dalam sambutannya mewakili keluarga KH Hasyim Asy’ari, KH Salahuddin Wahid atau biasa disapa Gus Solah, menyebutkan Hasyim Asy’ari merupakan tokoh yang memadukan keislaman dan keindonesiaan. “Islam yang diajarkan KH Hasyim tidak liberal dan konservatif. KH Hasyim tokoh yang memadukan keindonesiaan dan keislaman, adalah faktor utama menjaga Indonesia yang majemuk, yang saat ini sedang mengalami ujian yang cukup berat,” ungkapnya. (Ar/Kompas/Detik/CNN).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL