Sumber: beritapolisi.id

Jakarta, Liputanislam.com– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan aparat bertindak tegas jika ada upaya pelemahan terhadap penyelenggara Pemilu (KPU). Menurutnya, aparat tidak boleh membiarkan kegiatan-kegiatan yang ingin melemahkan, mendelegitimasi KPU (Komisi Pemilihan Umum). Sebab, KPU adalah penyelenggara pemilu, penyelenggara pilkada, penyelenggara Pilpres, dan penyelenggara Pileg.

Hal itu ditegaskan Presiden Jokowi usai melantik Letjen TNI Doni Monardo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (9/1).

“Jadi kalau ada orang-orang, ada pihak-pihak yang ingin melemahkan, mendelegitimasi itu saya sudah sampaikan ke Kapolri untuk tegas,” katanya.

Sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengingatkan semua pihak agar tidak melakukan upaya-upaya penggiringan publik ke arah tidak percaya kepada penyelenggara pemilu. Sebab, ia menilai berita bohong atau hoaks yang terjadi belakangan ini dilakukan secara sistematis dana rah yang jelas, yakni menggiring masyarakat agar tidak percaya pada penyelenggara Pemilu. Tentunya hal ini sangat berbahaya bagi kehidupan demokrasi kita.

“Saya ingatkan jangan main-main. Tapi kalau masih main-main saya juga punya mainan,” tegasnya. (ar/setkab).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*