Sumber: viva.co.id

Batam, Liputanislam.com– Dua jet tempur Fighting Falcon TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru Riau memaksa pesawat asing Ethiopian Airlines mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau (Kepri), pada Senin (14/1). Pesawat jenis Boeing B777 dengan nomor registrasi ET-AVN tersebut dipaksa mendarat karena tidak memiliki izin melintasi wilayah udara Indonesia.

Komandan Skadron 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Letkol Pnb Bambang Apriyanto membenarkan peristiwa tersebut. Pemaksaan turun (force down) dilakukan karena pesawat Ethiopian Airlines telah memasuki wilayah kedaulatan udara yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi surat izin melintasi atau flight clearance (FC).

“Pesawat yang kami force down ini jenis Boeing B777 yang dioperasikan oleh maskapai Ethiopian Airlines dengan nomor registrasi ET-AVN,” ucapnya.

Bambang mengatakan bahwa proses force down pesawat asing itu memakan waktu lebih kurang 20 menit, dan tidak ada perlawanan dari pesawat Ethiopian Airlines yang berangkat  dari Addis Ababa ibukota Ethiopia tujuan Hong Kong tersebut. “Juga tidak ada perlawanan. Mereka mematuhi instruksi dari pilot F-16,” ujarnya.

Pesawat Ethiopian Airlines memasuki wilayah udara Indonesia tanpa bisa menyebutkan izin atau FC setelah dihubungi otoritas navigasi udara Indonesia (Air Nav) melalui komunikasi radio. Kemudian, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) segera memerintahkan dua pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin untuk melakukan penyergapan.

Dua jet tempur TNI AU melakukan komunikasi pada frekuensi darurat serta memaksa pilot pesawat Ethiopian Airlines untuk mendaratkan pesawatnya di Bandara Hang Nadim. “Dua pilot kami, Kapten Pnb Barika dan Kapten Pnb Nehemia Anang, yang melakukan force down,” terangnya. (aw/detik/kompas).

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*