Sumber: nu.or.id

Bandar Lampung, LiputanIslam.com– Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Lampung (PWNU Lampung), KH. Sholeh Baijuri mengajak semua lapisan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya secara bijak pada Pilkada 2018 dan Pileg Pilpres 2019 mendatang. Kiai Sholeh berharap masyarakat memilih pemimpin yang benar-benar mampu memimpin menuju ke arah yang lebih baik, bukan justru memilih pemain.

“Ada kata bijak mengingatkan kita jangan memilih kucing didalam karung. Karena kenyataan yang terjadi pemimpin yang terpilih sejatinya bukan pemimpin tetapi pemain. Jadi pilihlah pemimpin bukan pemain,” ujarnya di Bandar Lampung, seperti dilansir NU Online, pada Jumat (29/12).

Menurutnya, fenomena salah pilih ini bisa terlihat mulai dari proses sosialisasi dan tahapan  pemilihan. Masyarakat terkadang cenderung berpikir pragmatis dan oportunis serta tidak memilih dengan mengedepankan ideologis. “Wirid kalah dengan duit,  doa kalah dengan avanza,  integritas kalah dengan isi tas,” ucapnya.

Akibatnya ketika sudah terpilih menjadi pemimpin, mereka mengabaikan kepentingan dan aspirasi rakyatnya. Lebih mendahulukan kepentingan diri, kelompok dan golongannya. “Lebih mementingkan kolusi,  korupsi dan nepotisme,  janji politik tinggallah janji.  Ini yang  terjadi saat ini,” kata Kiai Sholeh.

Sebenarnya, saat ini banyak sosok pemimpin yang sebenarnya memiliki integritas,  kapabilitas dan elektabilitas namun harus kalah dalam pilkada dikarenakan faktor tidak adanya dukungan pendanaan.”Karena nggak punya fulus (uang), tidak terpilih.  Tetapi yang terjadi sebaliknya. Siapapun yang punya duit yang terpilih.  Untuk itu penting untuk kita perhatikan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Kiai Sholeh juga mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang beriman dan berintegritas. “Disinilah pentingnya keimanan dan ketakwaan seseorang calon pemimpin yang harus dimiliki. Disamping integritas,  kapabilitas,  dan elektabilitasnya. Tentu ini sangat sulit saat ini,  tetapi setidaknya yang mendekati  agar cita cita bangsa terwujud yakni mewujudkan kehidupan yang demokratis dan berkadilan berdasarkan pancasila dan UUD 45,” tuturnya. (Ar/NU Online).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*