Sumber: nu.or.id

Lampung Tengah, LiputanIslam.com– Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin mengajak seluruh Jamaah NU untuk memperkokoh pondasi atau landasan sehingga Jamiyah NU akan benar-benar kuat. Menjelang usia yang ke-100 tahun atau seabad NU, ia mengingatkan agar NU fokus pada empat hal ini, yakni bidang dakwah, pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Hal itu disampaikan Kiai Ma’ruf saat memberikan tausiyah kebangsaan pada Konferwil ke-10 PWNU Provinsi Lampung di Pondok Pesantren Darussaadah Lampung Tengah, Lampung, seperti dilnsir NU Online, pada Jumat (9/3).

Menurutnya, penguatan di bidang dakwah ditujukan  untuk penguatan dan pengamalan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dan Fikrah Nahdliyyah. Hal ini menurut kiai Ma’ruf sesuai dengan tantangan zaman saat ini dimana mulai bermunculan kelompok tekstualis yang berpatokan pada nash saja.

Penguatan di bidang pendidikan perlu dilakukan sebagai langkah regenerasi kader yang akan meneruskan Jamiyah warisan para ulama ini. “Kirim putera-puteri kita ke pesantren. Setidaknya satu orang yang paling pintar agar nantinya juga akan menjadi ulama yang pintar,” ungkapnya.

Sementara bidang kesehatan dan ekonomi juga harus diperkuat sebagai bentuk hidmah nahdliyah. NU harus mampu menguatkan arus baru ekonomi Indonesia. Sistem yang diusung NU adalah sistem bottom up (bawah ke atas) bukan top down (atas ke bawah). Menurutnya, sistem ekonomi top down yang digunakan di era orde baru tidak mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Diharapkan dulu dengan sistem top down ekonomi kuat di atas dan nantinya dapat mengalir ke bawah. Faktanya, jangankan mengalir, netes pun tidak,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kiai Ma’ruf juga menyatakan bahwa NU bukan saja telah berjasa bagi terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, NU merupakan pendiri dari NKRI melalui perjuangan para ulama yang menjadi inspirator para pejuang untuk merebut kemerdekaan. “NU bukan saja berjasa kepada negara. Tapi NU adalah pendiri negara,” ucapnya.

Oleh karenanya, sudah sewajarnya hak-hak NU diakomodir oleh pemerintah.”Adil adalah memberikan sesuai dengan kewajibannya dan menerima sesuai haknya,” tambahnya. (ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*