Sumber: nadariau.com

Jakarta, Liputanislam.com– Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina Jakarta, Hendri Satrio mengakui bahwa menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) yakni pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legeslatif (Pileg) 2019 mendatang, saat ini suasana media sosial (medsos) mulai memanas. Namun demikian, ia mengingatkan pengguna medsos agar berkampanye dengan konten-konten positif.

Hal itu disampaikan Hendri di Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Kamis (20/9). Menurutnya, suasana medos saat ini mulai menghangat dengan ramainya propaganda para pendukung masing-masing. Tak jarang konten medsos berupa ujaran kebencian, berita hoaks hingga fitnah.

“Bila hal ini terjadi, ancaman yang lebih besar yaitu perpecahan bangsa bisa berada di depan mata, seperti Pilpres dan Pilkada DKI sebelumnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, untuk menghindari perpecahan, Hendri mengimbau semua pihak khususnya pengguna medos agar berkampanye dengan menitikberatkan pada promosi keunggulan masing-masing calon, tanpa menjelekkan calon yang lain. Lakukan kampanye dengan lebih mengedepankan hal-hal positif, dan kelebihan calon yang kita pilih.

“Jadi cukup mempromosikan kebaikan dan kelebihan calon yang didukung,” katanya.

Ia meminta masyarakat harus belajar bertanggungjawab dalam mengelola akun media sosialnya dengan menyampaikan informasi yang benar dan menyejukkan. Sebab tantangan politik di media sosial lebih berat dari pada di dunia nyata. Apalagi saat ini setiap orang dapat memproduksi konten media sosial secara langsung.  (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*