Jaksa Agung HM Prasetyo

Jaksa Agung HM Prasetyo

Jakarta, LiputanIslam.com – Beberapa jam lagi, eksekusi mati tahap II kepada 9 terpidana kasus narkoba akan dilakukan, sebagaimana yang ditegaskan oleh Kejaksaan Agung. Memang, masih ada upaya lobi-lobi dari pemerintah negara terpidana, namun sebagaimana ditegaskan berulang kali oleh para pejabat negara, Indonesia memiliki kedaulatan hukum yang tidak bisa diintervensi oleh negara lain.

“Ya negara-negara yang warganya dipidana mati pasti akan sangat melakukan pendekatan ke pemerintah. Tapi itu tidak akan mempengaruhi kedaulatan bangsa,” kata Jaksa Agung, HM Prasetyo.

Sembilan terpidana mati tersebut, Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina), Myuran Sukumaran dan Andrew Chan (Bali Nine/Australia), Martin Anderson (Ghana), Raheem Agbaje (Nigeria), dan Zainal Abidin (Indonesia), Rodrigo Gularte (Brasil), serta Sylvester Obiekwe Nwolise, dan Okwudili Oyatanze (Nigeria).

Lalu, satu orang terpidana mati asal Perancis, Serge Areski Atlaoui, lolos dari pelaksanaan eksekusi mati tahap II karena tengah mengajukan upaya hukum melalui PTUN. Ia mengajukan perlawanan terhadap keputusan presiden soal grasi ke Pengadilan Tata Usaha Negara di saat-saat terakhir menjelang eksekusi.

Untuk itu, Kejaksaan Agung sebagai eksekutor putusan tetap pengadilan menghormati proses hukum yang berlangsung hingga tidak akan mengikutsertakan Serge dalam orang yang akan dieksekusi.

“Kita tunggu putusan dari PTUN. Kalau ditolak maka Serge akan dieksekusi sendiri,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Tony Spontana.

12 Ambulans Tiba di Cilacap, Terpidana Diisolasi

Sebanyak 12 ambulans tiba di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Selasa, 28 April 2015 sekitar pukul 09.30 WIB. Dari 12 ambulans itu, hanya sembilan yang berisi peti mati berkain putih, persis seperti jumlah terpidana mati kasus narkoba yang hendak dieksekusi di Nusakambangan, pulau di selatan Cilacap, Jawa Tengah.

Dari laporan CNN Indonesia, Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Nur Ali mengecek keseluruhan persiapan eksekusi mati. Persiapan tersebut meliputi regu tembak, lokasi eksekusi, keamanan, tim kejaksaan, dan petugas sipir LP Besi.

Seluruh terpidana mati kini diisolasi di LP Besi. Sejumlah keluarga tampak berdatangan menengok. “Kami diberi batas waktu, setahu saya sampai jam 02.00,” ujar kuasa hukum Bali Nine, Todung Mulya Lubis. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL