Sumber: tribunnews.com

Banjar, LiputanIslam.com– KH Jajalludin Al-Fadzil melakukan dakwah dengan tetap menjaga tradisi keislaman khas Nusantara, yakni dengan menggunakan wayang. Wayang adalah peninggalan dakwah dari masa Walisongo. Menurut Kiai Jajalludin, wayang merupakan perumpamaan, di dalamnya diceritakan banyak contoh sikap buruk maupun baik manusia.

“Melanjutkan dakwah Wali Songo,” tuturnya pada peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Khotmil Qur’an di Mushala Baetussalam Dusun Citangkolo Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, seperti dilansir NU Online, pada Minggu (1/4).

Kiai Jajalludin mengatakan bahwa sekarang disebut zaman maju, namun banyak orang yang melupakan Sang Khalik sehingga tak sedikit yang meninggalkan kewajiban. Padahal menurutnya, orang yang beruntung adalah orang yang selalu mengingat Allah SWT. Dengan itu maka tidak menutup kemungkinan akan mendapat Rahmat-Nya. “Berbuatlah kebajikan di dunia,” pesannya.

Ia menambahkan bahwa untuk menjadi pribadi yang selalu melakukan kebaikan itu, harus diajarkan sedini mungkin, terutama bagi anak-anak. Memang membutuhkan proses yang panjang, hal tersebut dimaksudkan untuk memperkuat keimanan. Kewajiban mengajarkan kebajikan terhadap anak tidak lain adalah orang tua sendiri.

“Harus dengan seksama apabila mengajari anak. Jangan sampai salah mendidik. Apabila tidak mampu pasrahkan ke kiai, biar belajar di pesantren,” ucapnya. (ar/NU Online).

 

 

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL