Sumber: nu.or.id

Serang, LiputanIslam.com– Panglima Jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI), Marsekal Hadi Tjahjanto menemui sejumlah ulama sepuh Banten di Pendopo Bupati Serang, Banten, seperti dilansir NU Online, pada Jumat (13/4). Panglima Hadi diterima langsung oleh Abuya Muhtadi Dimyati, KH Ariman Anwar, KH Khozinatul Asror, KH Daelami, dan KH Ahkmad Qusaeri. Pertemuan itu bertujuan guna mendapatkan arahan dari para ulama sepuh dalam menjaga keutuhan bangsa.

Panglima TNI mengaku yakin terhadap peran ulama dalam menjaga keutuhan NKRI dan ideologi negara.  Menurutnya, peran dan arahan dari para pemuka agama terhadap TNI sangat penting. “TNI tidak bisa sendiri, tapi harus ada arahan khusus dari para pemuka agama, seperti alim-ulama,” ujarnya.

Setelah pertemuan, sejumlah ulama dan TNI bersama-sama menghadiri upacara Pembukaan Latihan Integrasi Taruna Wred (Latsitarda) Nusantara XXXVIII tahun 2018 di Alun-alun Barat Kota Serang. Panglima TNI dalam sambutannya mengatakan bahwa Indonesia adalah rumah bersama, maka harus dijaga keutuhannya. Ia juga menegaskan bahwa ideologi Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan harga mati.

“Selain saya titipkan keutuhan NKRI ini, saya juga titipkan taruna-taruna kepada para ulama dan kiai Banten,” katanya.

Panglima Hadi menyatakan bahwa TNI akan semakin kuat jika rakyat ikut serta di dalamnya, termasuk peran kiai sepuh. Ia juga berharap Indonesia menjadi negara kuat dan maju. Di antara indikator negara maju adalah memiliki tentara yang siap menyerahkan hidup dan matinya untuk bangsa. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL