Sumber: pwmu.co

Bali, LiputanIslam.com– Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Din Syamsuddin bertemu dengan para Tokoh Lintas Agama se-Bali di Puri Den Bencingah, Klungkung, Bali, seperti dilansir muhammadiyah.or.id, pada Sabtu (23/12). Pertemuan itu sebagai bentuk silaturahmi dalam menjaga dan memelihara keharmonisan antar umat beragama di Indonesia.

Menurut Din, Bali merupakan salah satu daerah yang menjadi tolak ukur keharmonisan antar umat beragama di tanah air. Oleh karenanya, keharmonisan harus terus dijaga. “Setitik noda konflik di Bali akan mudah tersebar luas ke sentero dunia dan bahkan dunia” ucapnya.

Bali sebagai pulau yang mayoritas penduduknya beragama Hindu ini, lanjutnya, terdapat komunitas agama-agama lain yang cukup signifikan dan telah hidup berdampingan secara damai sejak lama. “Sebagai tujuan wisata utama dunia, Bali selama ini dikenal di dunia dengan derajat kerukunan yang cukup tinggi,” katanya.

Din mengatakan bahwa untuk menjaga kerukunan tersebut dibutuhkan hubungan yang baik dan dialog antar umat beragama. “Kita semua harus meyakini dan menerapkan jalan dialog. Namun dialog itu harus bersifat dialogis, yakni berlangsung atas asas ketulusan, keterbukaan, keterusterangan, untuk penyelesaian masalah. Antara agama-agama jelas ada perbedaan, tapi juga banyak persamaan,” ungkapnya.

“Dialog antar agama tidak bertujuan untuk menyamakan perbedaan-perbedaan itu, tapi juga tidak untuk membedakan persamaan-perbedaan yang ada. Yang penting, walau kita berbeda agama namun kita bersaudara, baik sebagai anak bangsa maupun sebagai anak manusia ciptaan Tuhan”, tambahnya. (Ar/Muhmmadiyah).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*