Sumber: pelantar.id

Tanjungpinang, LiputanIslam.com– Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun resmi membuka pameran budaya Festival Pulau Penyengat (FPP) tahun 2019 di Balai Adat Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepri, pada Kamis (14/2). Pameran budaya dan festival yang diadakan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepri tersebut sebagai upaya merawat dan melestarikan budaya Melayu.

Nurdin mengatakan bahwa festival itu merupakan agenda wisata Pulau Penyengat sebagai bentuk sinergitas pengembangan kepariwisataan di Kepri. Pulau Penyengat merupakan pulau bersejarah. Salah satu hal penting yang perlu diketahui oleh masyarakat Nusantara adalah bahasa Indonesia yang menjadi bahasa nasional sekarang berasal dari pulau itu.

“Karakteristik masyarakat dan budaya Melayu yang masih kental di pulau Penyengat. Pulau Penyengat merupakan pulau bersejarah. Ia pernah menjadi pusat pemerintahan di masa Kesultanan Melayu,” ucapnya.

Selama event digelar, wisatawan akan disuguhi bermacam atraksi kebudayaan, seperti  lomba dayung sampan, tanding pukul bantal di laut, lomba nambat itik di laut hingga lomba becak motor hias. Tak ketinggalan, ada juga pangkak gasing, membaca gurindam 12, dan  kuliner khas Melayu.

Kemudian ada lomba permainan tradisional, sosialisasi warisan budaya tak benda (WBTB) dan pemutaran film atau bioskop keliling. Selain itu, ada juga pameran buku dan jurnal yang sebagian diberikan gratis kepada masyarakat pengunjung.

“Membawa ratusan buku yang akan dibagikan ke masyarakat secara gratis. Ada sejumlah buku terbitan BPNB Kepri, termasuk Jurnal Renjis  terbitan BPNB  Kepri. Ada juga buku koleksi yang hanya boleh dibaca di lokasi, tak dibagikan. Kami juga punya sedikit koleksi souvenir untuk dibagikan,” ujar Parasian Simamora selaku Koordinator pameran budaya tersebut. (aw/kemdikbud/sindo).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*