Sumber: rmoljateng.com

Semarang, LiputanIslam.com– Sejumlah mahasiswa asing dari Universitas Diponegoro (Undip) berkunjung ke Kampung Jawi Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Ketua Panitia, Zahra mengatakan bahwa Kampung Jawi merupakan tempat yang sangat baik untuk mengenalkan budaya Jawa kepada masyarakat, apalagi kepada mahasiswa asing.

“Mahasiswa asing itu, diantaranya Eve dari Canada, Federica dari Italy, Devans dari India, Hong Tran dari Vietnam, Lan Huang dari Taiwan dan Tapasya dari India,” jelasnya di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), pada Sabtu (16/2).

Menurutnya, pemilihan Kampung Jawi sebagai tempat untuk study banding dikarenakan Kampung Jawi merupakan kampung yang budaya Jawanya masih kental. Bahkan  alat-alat musik karawitan dan juga mainan tradisional khas Jawa cukup lengkap. “Dengan begitu, para mahasiswa asing ini akan dapat memahami, tidak hanya mengerti saja,” ucapnya.

Sementara Penggagas Kampung Jawi, Siswanto mengatakan bahwa budaya Jawa merupakan budaya yang tua. Awalnya Kampung Jawi ditujukan agar masyarakat setempat mengenal lagi budaya-budaya atau kearifan lokal yang ada di Jawa. Dalam budaya Jawa banyak tradisi yang penting untuk diteladani.

“Misal ya mas, kita di Jawa itu ada tradisi sambatan (gotong royong), itu merupakan bentuk kerjasama antar manusia,” katanya.

Bahasa dan budaya Jawa, lanjut dia, merupakan kebudayaan yang istimewa. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tidak minder ketika menggunakan Bahasa Jawa. “Buktinya mahasiswa asing banyak yang mempelajarinya lho mas, itu menandakan bahwa budaya Jawa istimewa,” tambahnya. (aw/rmoljateng).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*