Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Peneliti tentang Indonesia sekaligus Guru Besar Antropologi Universitas Boston Amerika Serikat, Robert W. Hefner mengatakan bahwa Islam Nusantara kian santer terdengar pasca-Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Jombang pada Agustus 2015 lalu. Islam Nusantara merupakan wujud kebanggaan komunitas Muslim Indonesia akan keindonesiaannya. Bahkan, negara lain pun mengakui bahwa masyarakat Indonesia itu begitu cinta dengan negaranya.

Hal itu disampaikan Robert usai memberikan kuliah umum di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Minggu (13/1).

“Islam Nusantara adalah suatu kebanggaan terhadap gaya hidup mereka sebagai orang Indonesia dan pengakuan bahwa sebetulnya adat istiadat Indonesia yang benar itu tidak sama sekali bertentangan dengan agama Islam,” katanya.

Menurutnya, praktik tradisi Islam Nusantara itu justru merupakan tafsiran positif atas inti ajaran Islam sendiri. “Bahkan memberikan sebuah tafsiran yang sangat positif terhadap nilai-nilai Islam yang benar, betul, dan pokok,” ucapnya.

Islam Nusantara itu sendiri, lanjut dia, merupakan lanjutan tradisi masa lalu yang terus dipraktikkan oleh tidak hanya kalangan NU, tetapi juga mayoritas Muslim di Indonesia. “Islam Nusantara lanjutan sesuatu sejak dulu di kalangan Nu dan di kalangan sebagian besar dari komunitas Muslim di sini (Indonesia),” ungkap Robert.

“Walaupun istilahnya baru, menurut pengalaman saya di kalangan NU selama lebih dari 40 tahun, ada jiwa seperti itu jauh dulu sebelum istilah itu diciptakan,” tambahnya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*