Sumber: Kompas.com

Cirebon, LiputanIslam.com— Sesepuh sekaligus putra dari pendiri Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, KH Nahdhuddin Royandi Abbas menyampaikan bahwa Islam Indonesia sangat dikagumi oleh dunia internasional. Pernyataan itu disampaikan kiai Nahdhuddin di rumahnya saat bercengkerama dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, seperti dilansir oleh Kompas.com, pada Kamis (20/4).

kiai karismatik yang selama ini tinggal di London, Inggris tersebut mengungkapkan, bahwa orang-orang Inggris dan Barat sangat menyukai Islam Indonesia. Menurutnya, mereka sangat memuji nilai-nilai toleransi yang berjalan dengan baik ditengah kemajemukan bangsa Indonesia.

” Inggris atau orang barat sangat menyukai Islam di sini, di Indonesia. Islam di Indonesia dikenal toleransinya. Justru orang barat kagum,” tutur kiai Nahdhuddin Royandi Abbas.

Kiai Nahdhuddin juga mengisahkan, sejak menimba ilmu di pesantren dan menjadi dosen ajaran Islam di Inggris, toleransi Islam sangat dipuji dan dikagumi oleh warga non-muslim di luar negeri. Tak pernah ada muncul permusuhan dengan dalih masalah perbedaan agama.

Ia menambahkan, selama tinggal London, dirinya terus menerapkan nilai-nilai Islam Indonesia, seperti keramahan dan menyuguhkan hidangan ketika ada tamu. “Seperti di sini biasa disuguhi makan untuk para tamu darimana saja. Kita perkuat silaturahim,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, kiai Nahdhuddin juga berpesan agar Islam Indonesia yang penuh dengan toleransi dan menyejukkan ini harus selalu dijaga dan dirawat oleh seluruh masyarakat Indonesia. Menurutnya, Islam toleran merupakan anugerah yang luar biasa dari Allah swt kepada bangsa ini.

Sementara, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi juga menyatakan bahwa toleransi beragama tanpa mengedepankan permusuhan dan kekerasan merupakan salah satu ajaran Islam. Kondisi toleransi Islam selama ini di Indonesia dibuktikan sangat dikagumi oleh orang luar negeri. “Orang luar negeri saja kagum dengan toleransi Islam di Indonesia, masak warga negara Indonesia sendiri tidak,” ungkapnya.

Ia menceritakan,konsep menyediakan makanan gratis bagi tamu, juga turut diaplikasikan di Pemda Purwakarta. Menurut Dedi, dirinya sengaja mendirikan Warung Sate Maranggi Katresna yang berlokasi di samping rumah dinas bupati. Warung tersebut sengaja digratiskan untuk warga yang bertamu menemui dirinya. Dengan cara itu, sebagian warga yang kebetulan tak bisa menemuinya karena bentrok dengan jadwalnya masih diterima dengan jamuan makanan sate maranggi. (Ar/Kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL