Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Asep Irfan Mujahid menyatakan bahwa kegiatan apel kebangsaan tidak hanya bermakna seremonial belaka, tetapi sebagai refleksi untuk kejayaan Indonesia. Menurutnya, kita harus mempunyai keyakinan dan tekad bahwa bangsa Indonesia akan tetap ada hingga akhir zaman.

“Jangan sampai ada anggapan tahun sekian Indonesia bisa bubar. Terlepas dari berbagai tantangan di dalam maupun dari luar. Kita berkeyakinan, bertekad, memiliki harapan yang kuat, Indonesia ini harus bisa bertahan ila yaumil qiyamah,” tegasnya di Gedung PBNU Jakarta Pusat, pada Kamis (19/4).

Asep mengatakan bahwa untuk memperkuat asas kebangsaan di kalangan pelajar, maka tiga organisasi kepelajaran Indonesia, yakni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Pelajar Islam Indonesia (PII), bersinergi membangun komitmen bersama demi terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Komitmen bersama tersebut, lanjut dia, ditunjukkan dengan digelar Kemah Pendidikan dan Apel Kebangsaan Pelajar Indonesia yang akan diadakan pada Selasa-Kamis (1-3/5) mendatang di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP PON) Cibubur, Jakarta. Kegiatan itu nantinya diharapkan dapat memberikan stimulus pemikiran dalam memandang konteks dan membaca kembali posisi diri dan organisasi untuk Indonesia.

“Tentu kita harus membekali diri pengetahuan-pengetahuan itu. Itu salah satu contoh yang nanti akan diperdalam di kemah,” pungkasnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL