pendeteksi penyakit pohon

Bogor, LiputanIslam.com – Rubuhnya pohon yang sudah tua di Kebun Raya Bogor yang menimbulkan korban jiwa menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah. Dalam mensikapi hal tersebut, pemerintah akan menggandeng LIPI dan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai pemilik alat bernama Sonic Tomogragphy, untuk memeriksa ratusan pohon besar yang berada di kawasan Jabodetabek. LIPI pun berencana akan menggunakan alat yang didatangkan dari Jerman itu sebagai pengembangan ilmu pengetahuan.

Guru Besar Entemologi Hutan, Fakultas Kehutanan IPB Dodi Nandika, dan mahasiswa serta para pengajar merasa bangga karena akan diajak bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mengembangkan penelitian terhadap penyakit tumbuhan yang ada ditanah air, seperti dilansir dari indopos.co.id (17/1).

”Sudah jelas kami sangat bangga dengan alat ini kami membantu pemerintah menemukan penyakit pohon. Ini sebuah progres besar untuk ilmu pengetahuan berbasiskan tumbuhan yang selama ini tidak terlalu diperhatikan sama sekali,” kata Dodi.

Dodi mengungkapkan, kerjasama antara IPB dan LIPI merupakan tindak lanjut dari tumbangnya pohon besar berusia 50 tahun di Kebun Raya Bogor yang menewaskan lima orang korban. Pada kesempatan tersebut kepala LIPI Iskandar Zulkarnain secara langsung mengunjungi lokasi pohon tumbang.

LIPI berharap bisa menjalin kerjasama dengan IPB dalam melakukan penelitian terutama dalam kasus penyakit pada pohon dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kerjasamanya dilakukan semata-mata demi kepentingan ilmu pengetahuan,” tutur Dodi.

Dodi bercerita mengenai apa yang mereka dapatkan setelah mempublis sonic tomogragphy ini. masih segar dalam ingatan Dodi, ada lagi tawaran yang datang kepada IPB. Lima daerah lain yang mencakup Jakarta Bogor, Depok, Tanggerang, serta Bekasi (Jabodetabek) ikut mengajak mereka melakukan pendeteksian pohon kropos. terlebih, di-lima wilayah tersebut terdapat ribuan pohon tua yang tumbuh persis di jalan protokol. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*