Doktor Fatmah/jawapos

Doktor Fatmah/jawapos

Jakarta, LiputanIslam.com – Biskuit Kurma hasil inovasi Dr. Fatmah ternyata mampu menjadi makanan alternatif bagi anak kurang gizi. Biskuit tersebut dikalim mampu membantu balita kurus dan kurang gizi.

Selain dikenal sebagai dosen Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Dr. Fatmah juga kini dikenal luas sebagai pengusaha UKM (Usaha Kecil dan Mengengah) lantaran penelitiaannya tentang makanan alternatif yang secara khusus membidik anak-anak dibawah lima tahun (balita) yang kekurangan gizi, seperti dilansir dari Jawa Pos.

Menurut dokter yang juga aktif dalam berbagai pertemuan UKM ini berharap agar biskuitnya mampu membantu masyarakat khususnya yang memiliki balita kurang gizi. Biskuit tersebut memang sengaja diformulasikan untuk balita yang kurus dan pertumbuhannya lambat.

Meskipun baru diproduksi masal sejak tahun lalu, namun hingga kini biskuit Fatmah telah memiliki empat varian rasa, antara lain adalah Biskuit Temma (tempe dan kurma); Biskuit Catemma (tepung mocaf, tempe, dan kurma); Biskuti Bisma (tepung terigu dan kurma); serta Biskuit Caromma (tepung mocaf, tepung kacang koro pedang, dan kurma).

Selain memiliki kandungan gizi yang tinggi, biskuitnya bisa dijadikan sebagai makanan alternatif bagi anak balita. Salah satu varian tersebut adalah biskuit kurma.

Berkat kegigihannya, Fatmah bahkan sampai harus membeli produknya sendiri di pasar syawalan karena stock di rumahnya sedang habis. Permintaan biskuit kaya gizi buatan Fatmah ternyata laris di pesan pembeli dari luar kota.

Dalam satu kali produksi bisa menghasilkan 1.000 bungkus untuk masing-masing varian biskuit. Produksi masal terakhir dilakukan pada Agustus silam.

Dari modal awal Rp 10 juta kini omzet yang didapatkan oleh Fatmah terus bertambah. Karena masih sibuk sebagai dosen dan peneliti jadi Fatmah memang tidak terlalu berkonsetrasi untuk mengurusi bisnisnya. Sehingga produksi dilakukan sekali secara masal kemudian menunggu stock habis. Fatmah cukup percaya diri karena biskuitnya bisa tahan hingga satu tahun.

Sebagai ahli gizi Fatmah tahu betul bahwa biskuitnya bisa merangsang peningkatan tinggi badan. Sebab, tempe dan mengandung protein dan zat besi, sedangkan kurma kaya akan kandungan kalori dan lemak.

Fatmah berharap biskuitnya mampu membantu peningkatan gizi masyarakat dengan harga yang terjangkau. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL