Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Innalillahi wa innailaihi rojiun… Seorang ulama kharismatik Betawi sekaligus Mustasyar PBNU masa khidmah 2015-2020, KH Saifuddin Amsir wafat di Rumah Sakit OMNI Rawamangun, Jakarta, Kamis (19/7) dini hari sekitar pukul 01.30. Kabar duka tersebut disampaikan dari salah seorang putrinya, Badrah Uyuni.

Seperti dilansir NU Online, Kiai Saifuddin adalah seorang kiai yang mencintai NU. “Sebandel apa pun kita harus cinta NU,” katanya di sela pengajian Minggu pagi di Masjid Ni‘matul Ittihad Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Minggu (11/2/2018) lalu.

Dalam ceramahnya tersebut ia menceritakan bagaimana para kiai di Jakarta dahulu melibatkan diri dalam gerakan Nahdlatul Ulama (NU), sebuah gerakan Ahlussunnah wal Jamaah. Menurutnya, pada waktu itu para guru terlibat aktif di gerakan NU.

“Guru-guru kita dulu terlibat aktif dalam NU. Ente kudu jadi pengurus NU. Kita harus cinta pada NU,” ucapnya.

Dalam kesehariannya, Kiai Saifuddin aktif berceramah di majelis-majelis ta’lim dan menulis beberapa kitab, KH Saifuddin Amsir juga mengasuh Ma’had Aly Zawiyah Jakarta. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*