Sumber: bbc.com

Jakarta, Liputanislam.com– Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Cendekiawan Muslim Indonesia, Prof Dawam Rahardjo  mengembuskan nafas terakhirnya di Ruang ICU RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Rabu (30/5)  pukul 21.55 WIB . Prof Dawam meninggal pada usia 76 tahun, setelah menjalani perawatan intensif untuk pengobatan penyakit kompilasi yang dideritanya, mulai diabetes, jantung, hingga stroke dalam beberapa bulan terakhir.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di rumah duka di Komplek Billymoon, Jalan Kelapa Kuning III, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Kamis (31/5). “Kita telah sangat kehilangan seseorang cendekiawan muslim yang lewat tulisan memberikan gagasan-gagasan yang baik bagi negara ini yang menjadi rujukan bagi cendekiawan-cendekiawan yang ada di negara kita,” ucapnya.

Sementara Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie memberitakan berita duka ini melalui akun twitter-nya. Ia mendoakan agar jenazah husnul khotimah. “Innalillahi wanna ilaihi rojiuun. Mari Kita doakan yg terbaik, bpk Prof. M. Dawam Rahardjo barusan menghembuskan nafas terakhir kembali ke haribaan-Nya. Alfatihah… Insya Allah, husnulkhotimah,” tulisnya.

Dawam Rahardjo, seorang budayawan yang ahli ekonomi itu lahir pada tahun 1942 di Solo, Jawa Tengah. Ia pernah menempuh studi di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak.  Almarhum pernah dipercaya sebagai direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES). Karena itu, kiprahnya semakin terlihat di dunia internasional.

Hingga wafatnya, Dawam Rahardjo masih menjabat sebagai anggota Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) periode 2015-2020, setelah memimpin lembaga itu pada periode 1995-2000. Ia juga mendirikan dan memimpin Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), dan terlibat dalam begitu banyak lembaga lain. (ar/NU Online/Tempo/Kompas).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*