jawapos

jawapos

Surabaya, LiputanIslam.com – Siswa Surabaya kembali mengukir prestasi dalam International Conference for Young Scientists (ICYS) 2015 di Izmir, Turki. Dia adalah Nausheen Bhat, siswa kelas XII Spins Interactional School Surabaya yang menjadi satu-satunya siswa peraih medali emas dari Indonesia.

Tahun ini Indonesia mengirimkan lima delegasi ICYS 2015. Mereka adalah Nausheen Bhat, Albertus Magnus Aryatama Nugraha dari SMAK Trimulia Bandung, Christoph Andrew asal SMA Kristen Gloria 1 Surabaya, Natasya Evelyn Sulistyo asal SMA St. Laurensia Tangerang, dan Wisnu Murti Sri Budiarto dari SMA Adria Pratama Mulya Tangerang.

Kabar gembiranya, semua pulang dengan membawa perolehan medali. Yaitu, 3 perunggu, 1 perak, dan 1 emas yang diperoleh Nausheen. Bungsu di antara dua bersaudara putra pasangan Manoj Bhat dan Sanjana Bhat tersebut menang lewat penelitiannya yang berjudul Aloe Vera Leather an Initiative to Organic Leather atau bahan kulit dari tanaman lidah buaya sebagai pengganti bahan kulit sintetis, seperti dilansir dari JawaPos.

Nausheen mempresentasikan karya selama 10 menit. Disambung tanya jawab lima menit. Nausheen menerangkan, ide awal penelitian itu datang dari hobinya membaca buku pengetahuan alam. Nausheen menganggap bahan kulit binatang sering digunakan manusia dalam berbagai sendi kehidupan sehari-hari. Nausheen lantas berpikir untuk mengembangkannya.

Dia berupaya membuat bahan kulit dari putih telur dan bambu. Tapi, hasilnya gagal karena teksturnya tidak mendukung. Lalu, digantilah dengan lidah buaya yang dicampur komposisi lain. Yakni, gliserin (senyawa gula) dan tepung maizena. Semuanya diproses menjadi lembaran bahan kain. Secara estetik, hasilnya bagus.

Tidak berhenti hanya pada tampilan. Nausheen juga memikirkan kekuatan bahan itu. Dia mengujikan bahan kainnya di Balai Besar Kulit, Karet, dan Plastik, Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Jogjakarta. Hasilnya tidak terduga. Bahan dari lidah buaya itu lima kali lebih kuat daripada kulit sintetis. Sebagai bukti, saat presentasi, Nausheen menyertakan surat tanda uji balai besar tersebut. ’’Para juri hanya bertanya ongkos produksi,’’ papar remaja yang lahir di Gwalior, India, 11 Juli 1997, tersebut. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL