Sayur buahLiputanIslam.com — Konsumsi buah dan sayur merupakan kunci menjaga tubuh tetap sehat, terhindar dari penyakit kronik seperti penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), diabetes, dan stroke.

Sayangnya, baru sebagian kecil saja orang dewasa yang sudah mencukupi kebutuhan konsumsi buah dan sayurnya setiap hari. Sebuah studi internasional menyebutkan, 88 persen orang dewasa belum makan buah dan sayuran setiap harinya.

Bukan hanya itu, di beberapa negara di dunia, meski penduduknya tercatat sudah cukup mengonsumsi sayur dan buah, ternyata mayoritas belum cukup mengonsumsi fitonutrien atau senyawa dari tumbuhan yang bermanfaat bagi tubuh. Ini karena mereka hanya mengonsumsi sayur dan buah dengan jenis yang itu-itu saja.

Untuk mencegah penyakit kronik, organisasi kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi sayur dan buah setiap harinya harus mencapai paling tidak 400 gram atau lima sajian setiap harinya. Namun jumlah saja ternyata tidak cukup, variasi jenis pun menjadi poin yang saat ini sedang ditekankan oleh peneliti.

Sayur dan buah mengandung substansi bioaktif yang dikenal dengan fitronutrien. Secara alami, substansi ini melindungi vitalitas dari tanaman. Sebagian melindungi tumbuhan dan buahnya dari radiasi sinar ultraviolet dan sebagian lagi melindungi dari serangan binatang.

Sejumlah studi menunjukkan fitonutrien, sebagai bagian dari diet manusia, juga memiliki peran dalam menjaga kesehatan manusia. Beberapa di antaranya membantu mencegah kebutaan karena usia tua, ada juga yang berfungsi dalam melindungi ingatan.

Salah satu fitonitrien, flavonoid kuersetin yang ditemukan dalam apel dan bawang menunjukkan dampak antioksidan penting yang mencegah kanker. Tidak hanya itu, fitonutrien juga membantu tubuh tetap kuat setiap kali makan sayuran.

Dalam studi baru ini, peneliti asal California State University dan Nutrilite Health Institute mengungkap berapa banyak fitonutrien yang perlu dikonsumsi setiap harinya di dunia. Mereka mengestimasi, agar cukup mengonsumsi fitonutrien, maka orang perlu makan sayur dan buah dengan jenis yang bervariasi.

Studi menemukan, total fitonutrien orang yang makan sayur dan buah lima kali sehari bisa lebih sedikit daripada fitonutrien yang dikonsumsi oleh orang yang kurang dari lima kali sehari dengan sumber yang lebih bervariasi. Karena itu, peneliti menyimpulkan, makan sayur dan buah yang bervariasi bahkan lebih penting daripada makan dengan jumlah yang sesuai rekomendasi. (ba/kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*