Raymond Jr Paramaean Sihoming (kiri) /Tribun Timur

Raymond Jr Paramaean Sihoming (kiri) /Tribun Timur

LiputanIslam.com – Tak terhitung putra Batak yang menjadi pakar hukum atau pengacara beberapa diantaranya cukup terkenal melalui media televisi dan media cetak. Berbeda dengan Raymond Jr Pardaeman Sihombing yang memilih untuk mendalami hukum luar angkasa atau sub-orbital law.

Pria yang lahir 32 tahun lalu ini selalu berpindah-pindah tempat tinggal karena tuntutan pekerjaan ayahnya. Meskipun tidak lahir di tanah Batak, ia dan keluarganya teguh memegang tradisi leluruhnya dari Nias-Samosir seperti dikutip dari kompas.com.

Masa remajanya banyak dihabiskan di pulau Dewata, Bali dan Jawa. Ayahnya adalah Romulus Sihombing yang pernah menjadi jurnalis Antara. Ibunya adalah Jemdiana Simangungson.

Setelah menyelesaikan strata 1 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2005, kemudian Raymond berangkat ke Rusia untuk melanjutkan studi di Universitet Druzhby Narodov. Di sanalah, Raymond mulai menjajaki hukum luar angkasa.

Raymond hingga kini melanjutkan studinya pada tingkat doktoral dalam bidang ilmu hukum luar angkasa. Raymond lebih menekuni aspek hukum luar angkasa internasional khususnya wisata luar angkasa. Saat ini dia tengah menyelesaikan desertasinya.

Hingga saat ini belum ada WNI yang tercatat sebagai ahli dalam ilmu hukum luar angkasa selain Raymond. Sebagian besar kajian tersebut dipelajari mahasiswa dari Eropa, Amerika dan Rusia.

Raymond menjelaskan bahwa dirinya lebih memilih soal turisme luar angkasa, alasannya karena baru sedikit yang mendalaminya. Sebagian besar mahasiswa lebih tertarik mempelajari teknik remote sensing untuk mencari sumber minyak bumi.

Lulusan SMA Seminari Garum, Blitar, Jawa Timur tahun 1999 ini merasa bangga mempelajari ilmu hukum luar angkasa. Apalagi ia pernah berguru langsung pada Professor Gennady Petrovich Zhukov, salah satu tokoh asal Rusia yang menjadi peletak dasar ilmu hukum luar angkasa di dunia.

Raymond boleh jadi menjadi ‘murid terakhir’ Gennady setelah medio 2014 lalu sang Professor meninggal dunia. Gennady menjadi ilmuwan yang ikut misi ruang angkasa pilot kosmonot Rusia, Yuri Gagarin pada tahun 1961.

Raymond juga mahir dalam bidang keseninan. Ia menjadi pelatih bagi 13 warga negara Rusia yang belajar bernyanyi lagu berbahasa Indonesia. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL