Jakarta, LiputanIslam.com — Soal pandangan terhadap Iran, Indonesia ternyata tidak sepenuhnya sepaham dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI). OKI seperti diketahui lebih condong kepada Arab Saudi, dan menuduh Iran campur tangan urusan negara lain, khususnya soal eksekusi ulama Syiah Syaikh Nimr Baqr Al Nimr oleh Saudi.

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanantha Nassir, dalam pertemuan negara-negara OKI di Jeddah pekan lalu tersebut, Indonesia menyampaikan sejumlah pandangan berbeda mengenai perseteruan Iran dan Saudi.

Menurut Arrmanantha, Indonesia setidaknya menyampaikan dua poin dalam hal ini. Yakni poin soal adanya dialog untuk memperbaiki hubungan Saudi dan Iran, dan poin sikap bertetangga yang baik antara negara-negara anggota OKI dan Iran.

“Draft pembahasan dalam pertemuan tersebut disampaikan oleh Arab Saudi. Namun demikian, Indonesia melihat draft tersebut masih melihat kebelakang, tidak mendorong adanya dialog politik, tidak mendorong adanya semangat agar negara-negara di kawasan itu berhubungan baik (dengan Iran),” kata Arrmanantha pada Senin (25/1).

“Oleh karena itu ada dua elemen yang Indonesia dorong di situ, sampai saat terakhir ibu Menteri terus mendorong agar dua elemen tersebut masuk. Karena tanpa elemen itu masuk teksnya itu tidak menunjukan adanya pandangan ke depan. Kedua elemen itu adalah agar mendorong adanya dialog politik, dan juga kedua adanya permintaan kepada negara-negara anggota untuk menunjukan sikap bertetangga yang baik,” sambungnya.

Dirinya menambahkan, hanya Indonesia yang mendorong agar dua elemen tersebut masuk dalam hasil pembahas OKI mengenai Iran. Karena kegigihannya, lanjut Arrmanantha, negara-negara anggota lain sangat mengapresiasi Indonesia. (ba/Sindonews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL