Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Pengamat Timur Tengah, Sarah Hajar Mahmudah menilai bahwa Indonesia perlu mengusulkan mediasi dan gencatan senjata atas konflik Yaman. Sebagai negara anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Indonesia memiliki kapasitas dan diharapkan dapat memberikan peran lebih besar dalam upaya menyelesaikan konflik tersebut.

“Mungkin Indonesia bisa mengusulkan untuk adanya mediasi dan genjatan senjata di antara dua pihak bertikai,” ucapnya di Jakarta, pada Senin (7/1).

Konflik Yaman tak kunjung reda. Pertempuran masih bergejolak. Korban makin banyak berjatuhan dan terjadi krisis kelaparan. Konflik Yaman merupakan tragedi kemanusiaan sehingga harus diselesaikan. “Bagaimana pun konflik harus diselesaikan karena kehidupan banyak manusia dalam hal ini masyarakat sipil Yaman terancam,” ungkapnya.

Selain menyuarakan perdamaian di luar, lanjut dia, Indonesia juga perlu memberi pemahaman yang betul kepada masyarakat terkait konflik yang terjadi di sana. Pasalnya, tak sedikit rakyat Indonesia yang memahami konflik di sana akibat sekte keagamaan tertentu.
“Kita juga perlu meluruskan pemahaman masyarakat awam untuk tidak terjebak dalam isu-isu perang antar sekte keagamaan. Sehingga menimbulkan provokasi antar golongan,” terangnya.

Sepekan sebelumnya, hal senada juga disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. Ia mengajak seluruh umat Muslim dunia untuk ikut berupaya menyelesaikan konflik Yaman tersebut. “Mari kita sama-sama umat Islam agar mampu menghentikan konflik ini. Jangan sampai itu semua dijadikan kepentingan pihak-pihak tertentu,” ujarnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*