indonesia iranJakarta, LiputanIslam.com — Kunjungan Presiden Republik Islam Iran Hujjatul Islam wal Muslimin Dr Hassan Rouhani ke Indonesia untuk menghadiri Konferensi Asia Afrika (KAA) dimanfaatkan untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo. Dari pembicaraan ini, ada empat poin yang dihasilkan.

Seperti disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, pemerintah Indonesia bersama pemerintah Iran berkomitmen melakuan perang terhadap segala aksi terorisme dengan kerja sama yang erat antarkedua negara.

“Dua negara sepakat bahwa kekerasan yang dilakukan atas nama agama oleh kelompok teroris harus diberantas dengan kerja sama yang erat antarnegara,” ujar Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto usai pertemuan.

Seperti diketahui, dalam pidatonya di hadapan pesert konferensi Rouhani mengajak para pemimpin negara untuk bersama-sama memerangi terorisme. “Para ekstrimis menikmati dukungan intelijen, logistik dan finasial dari sejumlah pemain regional dan internasional untuk mencapai tujuan mereka yang tidak sah; para sponsor mereka yang tak mempedulikan krisis stabilitas yang berlanjut di wilayah akan membawa ketidakamanan di seluruh dunia termasuk negara mereka,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Jokowi, yang menilai bahwa radikalisme dan ekstremisme merupakan ancaman nyata bagi kehidupan bernegara.

Kedua, Andi mengatakan, Indonesia dan Iran yang memiliki mayoritas penduduk memeluk agama Islam moderat, juga sepakat memperkuat kerja sama terutama di bidang kebudayaan.

Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim Ahlussunah wal Jamaah, memiliki banyak kesamaan tradisi dengan Muslim Iran yang mayoritas bermazhab Syiah, misalnya amaliah seperti maulidan, ziarah kubur, tawassul, dan sejenisnya. Sebelumnya, Iran telah membicarakan kerjasama budaya ini dengan Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan. Iran bersedia membantu Indonesia mengelola masjid,  zakat, dan menghidupkan kembali warisan atau situs-situs bersejarah yang menjadi jejak peradaban Islam.

Poin ketiga yang dibahas, menurut Andi, adalah volume perdagangan antara dua negara saat ini sedang menurun. Karena itu, kedua negara berkomitmen mencari cara untuk meningkatkannya.

Yang terakhir, disepakati sektor swasta Iran di bidang infrastruktur dan energi siap masuk ke Indonesia. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL