Jakarta, LiputanIs284490_malam-penghargaan-achmad-bakrie--pab--xii-2014-untuk-negeri_663_382lam.com – “Saya declare (umumkan) di sini, kapan pun kita mau, saya siap membuat itu (ginjal buatan untuk cuci darah). Tinggal Pemerintah bagaimana menyikapi ini,” tutur I Gede Wenten yang merupakan salah satu pengajar Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) saat menerima penghargaan Achmad Bakrie 2014 untuk kategori teknologi.

I Gede Wenten merupakan ilmuwan Indonesia yang mampu membuat alat yang bisa menyerap dan menyaring segala macam limbah dari yang paling ringan sampai yang paling beracun sehingga bisa diminum, seperti diberitakan oleh viva.co.id (11/12/14).

Ia juga merupakan satu-satunya pemegang hak paten bidang teknologi membran. Ia juga yang menemukan aplikasi teknologi membran yang mampu digunakan dalam dunia medis. Salah satu fungsinya adalah dalam pencucian darah bagi penderita gagal ginjal. Seseorang yang ginjalnya rusak, dipastikan membran penyaring racun dalam ginjalnya rusak sehingga harus melalukan cuci darah. Inilah yang bisa digantikan oleh membran buatan temuan ilmuan Indonesia, I Gede Wenten.

Wenten mengatakan bahwa temuannya merupakan satu-satunya di dunia dan mengklaim merupakan temuan teknologi paling mutakhir di dunia. Ia menungkapkan bahwa temuannya pun adalah teknologi membran satu-satunya di dunia.

Pria asal Bali tersebut menjelaskan bahwa temuannya merupakan alat teknologi pipa terkecil untuk menyaring molekuler. Alat tersebut bisa digunakan untuk menyaring air laut sehingga diubah menjadi air tawar yang siap minum.

“Membran ini adalah pipa yang terkecil, diameternya 100 mikron. Pipa ini punya pori-pori untuk memfilter,” ujarnya sambil menunjukkan teknologi berupa pipa terkecil yang berbentuk benang.

Sejumlah temuannya mengenai membran masuk dalam dunia industri dan dikomersialkan. Namun tidak semua temuan untuk dikomersialkan, misalnya untuk kemanusiaan yang tidak bisa menjadi komoditas.

“Saya menjamin, saya bisa membuat ginjal buatan untuk cuci darah. Tetapi saya tidak bisa mengkomersialisasikan itu. Dalam konteks itu perlu Pemerintah turun tangan,” pungkasnya.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*