Sumber: viva.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Majelis Dialog Peradaban dan Antar Keyakinan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Nasaruddin Umar menyatakan, bahwa Indonesia merupakan negara paling aman dan nyaman untuk melaksanakan kegiatan ibadah terutama saat Ramadhan. Oleh karena itu, Indonesia harus mempertahankan nilai keindonesiaanya hingga kapan pun.

“Di negara lain mana ada perempuan yang berani pergi sholat terawih. Di sini ada yang datang jauh-jauh, bahkan tanpa muhrimnya. Kalau Anda sudah memiliki negara yang bagus dan ideal, jangan di acak-acak lagi,” ujar Nasaruddin di Jakarta, seperti dilansir republika.co.id, pada Kamis (8/6).

Nasaruddin mengungkapkan, tanpa adanya Indonesia, mungkin Islam akan selalu dicap agama teroris dan kekerasan oleh masyarakat internasional. Selain itu menurutnya, Indonesia yang besar penduduk muslimnya ternyata dapat pararel dengan moderenisasi. Termasuk soal perekonomiannya yang tumbuh fantastis di antara negara-negara Islam lainnya.

Nasaruddin Umar yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal ini menyampaikan, bahwa kita masyarakat Indonesia dapat menjadi muslim yang baik tanpa perlu meniru orang Arab. Bahkan dengan modal budaya dan tradisi keislaman yang kuat, muslim Indonesia dapat menjadi kiblat peradaban Islam masa depan.

“Jadi kita tidak harus menyerupai diri menjadi orang Arab agar menjadi ‘the best’ muslim. Tetaplah menjadi orang Jawa, Bugis, Sumatera dan seterusnya. Tetapi pada waktu yang bersamaan bisa menjadi ‘the best’ muslim,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga berharap agar ICMI merumuskan konsep peradaban kebudayaan kepada dunia Internasional. “Anggaplah Timur Tengah sudah selesai tugasnya melahirkan Islam, akan tetapi tugas selanjutnya untuk membina dan menampilkan Islam ke kancah Internasional sudah gilirannya Indonesia,” ucap Nasaruddin. (Ar/Republika/Metrotv).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL