Dreamstime.com

LiputanIslam.com-Saat asyik-asyiknya menulis tiba-tiba notifikasi aplikasi chatting berbunyi, BBM berdenting, menyusul notifikasi email berdecit. Lalu apa yang anda lakukan? Sudah pasti tangan akan meraih smartphone, atau kursor mouse akan berpindah dari word ke browser untuk mengakses internet. Gangguan-ganguan seperti itulah yang akan membuat seorang penulis terhambat dalam menyelesaikan tulisannya. Bahkan bisa jadi ide-ide yang sudah mengendap dalam pikiran dan siap untuk dilesakkan, tiba-tiba lenyap begitu saja gara-gara gangguan kecil yang berakibat besar.

Berikut adalah tips dari positivewriter.com agar bisa tetap fokus pada tulisan dan menyelesaikannya dengan mudah.

  1. Matikan smartphonemu. Ya, apapun caranya matikan smartphone atau handphonemu. Jangan setting handphone pada mode silent atau meeting atau bahkan dengan mode profile bergetar sekalipun. Jauhkan smartphone darimu sejauh-jauhnya sementara kamu fokus pada sebuah tulisan. Kamu akan terkejut bagaimana cara sederhana ini bisa meningkatkan efektifitas menulismu.
  2. Carilah lingkungan yang mendukungmu. Bagi sebagian orang menyepi di kamar atau menulis di cafe merupakan salah satu cara untuk tetap fokus pada tulisan. Hal tersebut akan sangat bergantung pada kepribadiannya masing-masing. Ada yang suka dengan kesunyian dan ada yang justru mendapatkan ilham dari sebuah keriuhan. Ajaklah orang lain berbicara dan berbincang untuk mendapatkan lebih banyak inspirasi. Tampat merupakan hal utama yang perlu di pikirkan dalam membangun mood dalam menulis.
  3. Batasi penggunaan internet. Suka tidak suka, mau tidak mau seorang penulis membutuhkan data. Dilemanya google membutuhkan sambungan internet. Maka, salah satu solusinya agar tidak terganggu dengan social media, maka pasanglah filter apps yang bisa menghentikan sementara akses ke sosial media kecuali situs tertentu seperti google demi memperkaya sebuah tulisan.

Jadi, jangan tunda-tunda lagi tulisanmu agar bisa diselesaikan tepat waktu. Patuhi dan komit untuk tetap konsisten menulis jika memang sudah memiliki sebuah rencana misalnya ingin menerbitkan buku. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL